Selasa, 6 Desember 2022

PSBB Tahap III Sidoarjo, Maksimalkan Pemberdayaan Desa

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Nur Ahmad Syaifuddin (kopiah hitam) saat diwawancara awak media, awal tahun 2020. Foto: Dok/Totok suarasurabaya.net

Memasuki penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III pada pandemi Covid-19, Selasa (26/5/2020) wilayah Kabupaten Sidoarjo dijadwalkan bakal memaksimalkan pemberdayaan desa.

“Secara nyata nantinya akan dikurangi pemeriksaan di kawasan atau wilayah jalan-jalan besar, dan sebagai gantinya, desa-desa atau bahkan di tingkat kampung pemeriksaan atau check point akan dilaksanakan lebih ketat. Karena intinya memaksimalkan pemberdayaan di desa-desa itu sendiri,” kata Nur Ahmad Syaifuddin Plt. Bupati Sidoarjo usai menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda wilayah setempat, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut, Cak Nur sapaan Nur Ahmad Syaifuddin, menambahkan bahwa di desa-desa seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo, pengamanan dalam kaitannya dengan pemantauan serta pengecekan keluar masuk warga masyarakat akan lebih ketat, dengan berbagai ketentuan atau persyaratan yang sudah dibuat sebelumnya.

“Kalau di desa-desa atau kampung itu sebelumnya dilakukan pengecekan atau check point hanya memantau masyatakat yang dari luar saat memasuki wilayah atau desa lainnya, maka pada pelaksanaan PSBB tahap III, yang memang berbasis pemberdayaan desa, akan lebih ketat,” ujar Cak Nur saat dihubungi suarasurabaya.net.

Pengawasan dan pengecekan itu, kata Cak Nur juga dilakukan kepada warga masyarakat yang akan keluar atau bepergian keluar desa. “Jadi mereka yang akan pergi atau keluar dari desa, wajib selain mengantongi surat keterangan juga harus jelas apa tujuannya. Ini yang akan diperketat,” tegas Cak Nur.

Dari desa-desa yang ada, sambung Cak Nur akan dibentuk Desa Tangguh yang nantinya di dalamnya juga akan dilakukan berbagai edukasi kepada warga masyarakat terkait dengan perkembangan kondisi pandemi Covid-19 maupun penerapan PSBB.

“Karena itu penting dilakukan. Ke depannya nanti, masing-masing warga masyarakat itu bisa saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling mendukung. Karena di tingkat bawah sangat penting memahami kondisi saat ini, dan itu bagian dari pemberdayaan desa tersebut,” kata Cak Nur.

Cak Nur juga mengingatkan bahwa penerapan PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo ini selain memaksimalkan pemberdayaan desa, tentu saja tetap melibatkan Polisi dan TNI.

“Kami tetap berkoordinasi dengan kawan-kawan Kepolisian dan TNI pada PSBB tahap III ini. Dan di tingkat bawah akan memaksimalkan Babinsa dan Babinkamtibmas,” pungkas Cak Nur.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Selasa, 6 Desember 2022
25o
Kurs