Minggu, 29 Mei 2022

Pusat Riset Penyakit Menular RSDS Juga untuk Atasi Masalah Tuberculosis

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meninjau Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular dan Mobile Molecular Laboratory di RS Dr Soetomo, Sabtu (18/7/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular dan Mobile Molecular Laboratory di RSUD dr Soetomo (RSDS) yang diresmikan Sabtu (18/7/2020) juga untuk mengatasi masalah penyakit menular lain selain Covid-19.

Fasilitas itu, kata dia, adalah bagian dari revisi Rencana Kerja Pembangunan (RKP) dan akan menjadi bagian dari revisi RKPD Jatim serta menjadi center of excellent yang bisa memberi jawaban masalah penyakit menular.

Penyakit menular dan infeksi, terutama penyakit Tuberculosis (TB) di Jatim, sekarang jadi nomor satu di Indonesia. Sedangkan TB di Indonesia sekarang peringkat ketiga di dunia.

Sesuai arahan Jokowi Presiden saat Musrenbangnas, ada revisi RKP Nasional 2021 berkaitan reformasi sosial di mana di dalamnya ada reformasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

“Kami juga akan segera merevisi RKPD Provinsi Jatim tahun 2021 dengan memberi penguatan pada reformasi Sistem Kesehatan Nasional ini,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net.

Dalam kesempatan itu, Khofifah meminta dan mengajak akademisi mencari format terbaik, tercepat, dan efektif untuk menurunkan angka TB di Jatim secara signifikan berdasarkan kajian ilmiah.

“Kami sampaikan terima kasih kepada manajemen RSDS atas inisiasinya mendirikan Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ditambah Mobile Molecular Laboratory untuk melakukan penjangkauan pasien,” ujarnya.

Dia berharap, dengan dukungan FK UNAIR, lembaga itu akan menjadi bagian efektif melakukan berbagai percepatan layanan kesehatan khususnya untuk penyakit menular dan infeksi di Jawa Timur.

Sebelumnya, Khofifah bilang, keberadaan Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini jadi bagian dari percepatan pelayanan Covid-19 di Jatim, serta penyakit menular lainnya.

Keberadaan fasilitas ini juga sesuai dengan empat fase Hospital Disaster Plan sebagai antisipasi penyiapan layanan Covid-19 di rumah sakit umum daerah Dr Soetomo Surabaya.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs