Kamis, 29 Oktober 2020

Risma Ajak NU Gotong Royong Selamatkan Generasi Muda

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya membuka Musyawarah Kerja Cabang III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Sabtu (19/9/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya membuka Musyawarah Kerja Cabang III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Sabtu (19/9/2020).

Risma berterima kasih kepada warga Nahdliyin, terutama kader Gerakan Pemuda Ansor yang selama ini telah banyak membantu dalam mengimplementasikan berbagai programnya. Salah satunya, yakni penutupan Lokalisasi Dolly.

“Pertama, matur nuwun selama menjabat 10 tahun wali kota saya dibantu. Pada tahun 2012 saat menutup Dolly saya dibantu Ansor se-Surabaya,” kata Wali Kota Risma diawal sambutannya.

Risma menjelaskan saat ini, kerap kali mendengar dari masyarakat, bahwa keputusan menutup lokalisasi tersebut dinilai memang tepat. Bahkan hal itu disampaikan warga ketika Risma beberapa kali bertemu dengan masyarakat.

“Beberapa kali saat pertemuan warga bilang pada saya soal keputusan itu. Sekali lagi matur nuwun,” ungkapnya.

Risma lantas mengajak warga NU dan warga Kota Surabaya untuk berjuang. Perjuangannya pun berbeda dengan masa penjajahan dulu. Jika dulu berjuang melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan supaya bisa sekolah, makan dan hidup normal, tapi sekarang berjuangnya berbeda.

“Mungkin kalau sekarang kita melihat anak-anak pegang HP dan melihat sesuatu yang tidak benar, ayo monggo kita ingatkan. Kita perangi ini bersama-sama,” katanya.

Di samping itu, dia juga mengajak untuk terus menegakkan Al-Quran dan Al-Hadist untuk memerangi kebatilan yang bentuk berbeda-beda. Menurutnya, sekarang ini memang harus menegakkan dengan cara yang berbeda untuk menyelamatkan anak-anak Surabaya.

“Jangan sampai anak-anak kita dicekoki khilafah-khilafah dan lainnya yang dapat merusak tatanan negara dan agama kita,” ujarnya.

Risma mengajak semua pihak untuk saling bergandengan tangan dan bersama-sama untuk menyelamatkan anak-anak. Ia pun yakin apabila ini dilakukan bersama-sama, pasti bisa mempertahankan anak-anak dan bisa selamat di dunia dan akhirat. “Makanya saya minta tolong,” ungkapnya.

Riama mengungkapkan bahwa jika dapat menyelamatkan generasi muda dari hal-hal yang negatif, maka sama halnya dengan menyelamatkan sebuah negara dari kehancuran. Oleh sebab itu, ia tak henti-hentinya berpesan agar dapat bergotong royong menjaga para pemuda khususnya di Surabaya untuk memiliki akhlak yang baik.

“Saya juga minta tolong Ansor untuk membina Remaja Masjid (Remas) sehingga anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan agama yang baik,” papar dia.

Risma menambahkan agar ke depan, silaturahmi semacam ini tetap terjaga dengan baik, sehingga ulama dan umaro’ bisa terus bekerjasama. Kemudian para ulama juga dapat saling bergandengan tangan.

“Sehingga kita bisa saling menciptakan lingkungan dan kota yang sehat. Sehat batinnya, sehat rohaninya dan sehat akhlaknya. Bukan hanya sehat secara fisik,” katanya. (bid)

Bagikan
Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
33o
Kurs