Minggu, 25 Februari 2024

Risma Sempat Panik Hadapi COVID-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat menjadi pembicara di hari ketiga Forum Inovasi IDEACLOUD 2020 di Voza Premium Office, Jalan HR Muhammad Surabaya, Minggu (15/3/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengaku sempat tegang, cenderung panik, beberapa waktu lalu, terkait wabah virus corona baru, SARS-CoV-2 (COVID-19) di Indonesia.

Saking tegangnya memikirkan bagaimana supaya virus itu tidak masuk ke Surabaya, dia sampai bolak-balik meminta Kepala Dinkes Surabaya mengecek suhu tubuhnya dengan thermal gun.

“Saking tegangnya sampai aku merasa, aku ini periksaen (diperiksa, red). Jadi kayak aku yang sakit. Tanya kepala dinas kesehatan itu, setiap jam tak suruh periksa suhu tubuhku,” ujarnya di IDEACLOUD 2020, Minggu (15/3/2020).

Peserta festival bisnis yang digelar Tancorp Abadi Nusantara sejak Jumat (13/3/2020) kemarin di Voza Premium Office Surabaya itu tertawa.

“Saking tegangnya, itu. Gimana caranya mengondisikan Surabaya ini supaya tidak terkena virus. Apa bisa? Ya mungkin bisa kalau kita bersama-sama,” ujarnya.

Risma mengaku yakin dan percaya kalau masyarakat Surabaya sama-sama menghadapi wabah yang sudah menyebabkan 117 kasus positif di Indonesia dan lima orang meninggal itu.

“Saya yakin bisa, kalau kita benar-benar melakukan protokol yang sama,” tegas Risma.

Sejumlah antisipasi sudah dia lakukan bersama jajaran Pemkot Surabaya. Salah satunya dengan menyediakan hand sanitizer (cairan sanitasi tangan) di sejumlah lokasi di Surabaya.

“Semampunya kami lakukan. Aku naruh hand sanitizer di bis, di terminal, di stasiun. Aku sendiri yang masukkan ke botol itu sama beberapa teman-teman,” ujarnya.

Risma juga sudah mengambil kebijakan meliburkan semua sekolah di dalam naungan Pemkot Surabaya, dari Paud sampai SMP selama seminggu mulai Senin (16/3/2020) besok.

Sebelum ini, meski terkesan panik, Risma juga sempat menolak semua kapal pesiar berlabuh di Surabaya. Dia juga sudah menimbun masker dan hand sanitizer sejak Januari lalu.

Soal dampak ekonomi dari adanya kepanikan tentang COVID-19 ini, Risma sempat menyampaikan kekhawatiran akan banyaknya PHK. Dia akan berupaya agar itu tidak terjadi.

Konsekuensi yang dia khawatirkan bila PHK besar-besaran terjadi akibat wabah COVID-19 ini adalah menurunnya tingkat keamanan Kota Surabaya akibat meningkatnya kejahatan.(den/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
31o
Kurs