Sabtu, 4 Desember 2021

Satgas Covid-19 Jatim Tingkatkan Koordinasi Soal Virus Corona Varian Baru dari Inggris

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi Covid-19. Grafis: suarasurabaya.net

Sampai saat ini di Jawa Timur belum terkonfirmasi virus corona varian baru, atau hasil mutasi genetik yang ditemukan di Inggris. Dokter Makhyan Jibril Al-Farabi Staf Khusus Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim mengatakan, Satgas Covid-19 akan meningkatkan koordinasi mengenai hal ini.

“Terakhir laporannya di Singapura sudah ada. Di Indonesia belum. Tapi bisa jadi sudah masuk,” ujarnya pada Selasa (29/12/2020).

Kepada suarasurabaya.net Jibril menjelaskan, sejauh ini sejumlah mutasi virus penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia memang sudah ditemukan. Mutasi virus ini juga terjadi di seluruh dunia.

Terakhir kali yang sudah terkonfirmasi ada di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, adalah virus SARS CoV-2 varian D614-G. Varian itu yang dikonfirmasi di bulan Agustus lalu, diketahui memiliki kemampuan penularan lebih cepat.

“Mutasi virus ini, kan, ada macam-macam. Yang sudah pernah terkonfirmasi D614-G dengan penularan lebih cepat. Apakah lebih parah atau tidak gejalanya, memang masih dalam penelitian,” kata Jibril.

Dia bilang, saat ini dunia sedang mengumpulkan database virus SARS CoV-2 untuk penelitian mutasi virus. Yakni dengan melakukan sequencing terhadap gen virus yang telah terkumpul.

Indonesia termasuk negara yang mengirimkan genom hasil sequencing virus corona ke GISAID, bank data virus dunia yang berpusat di Jerman. Di mana salah satu lembaga partisipannya adalah Universitas Airlangga (Unair).

Jibril mengakui, Indonesia memang terbatas dalam hal kapasitas pelaksanaan sequencing terhadap virus corona. Karena yang punya alat dan mampu melakukan itu hanya beberapa saja.

“Untuk melihat mutasi atau tidak butuh alat sequencing. Proses untuk mengetahui urutan genetiknya, ada mutasi beneran atau tidak? Di Indonesia masih terbatas. Di Surabaya hanya di ITD Unair saja yang bisa,” ujarnya.

Institute of Tropical Desease (ITD) Unair Surabaya juga, kata Jibril, yang sebelumnya sudah mengonfirmasi keberadaan varian virus corona D614-G di Surabaya sekitaran Agustus 2020 lalu.

“Harapannya, nanti kita juga bisa koordinasi dengan ITD. Karena hanya ITD satu-satunya di Jawa Timur yang bisa melakukan sequencing. ITD termasuk lembaga yang mengirim genom ke GISAID,” katanya.(den/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
32o
Kurs