Jumat, 27 November 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Belum Ada Obat Khusus untuk Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Teknisi lab menyusun botol berisi obat virus corona (Covid-19) pengembangan remdesivir di Gilead Sciences, La Verne, California, AS (18/3/2020). Foto: Reuters/Gilead Sciences Inc

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan sampai sekarang belum ada obat penawar khusus untuk Covid-19.

Menurutnya, para ilmuwan dari berbagai negara masih berlomba menciptakan obat dan vaksin yang efektif.

Untuk sementara, kata Dokter Wiku, penanganan pasien Covid-19 masih memakai beberapa obat dan pola perawatan medis yang efektif untuk mengobati penyakit lain.

“Sebagian menunjukkan efek positif, meski pun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif,” katanya dalam keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Dokter Wiku mengungkapkan ada beberapa metode perawatan medis yang tengah dikembangkan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

Dalam prosesnya, pengembangan perawatan medis untuk Covid-19 di Indonesia melibatkan lima asosiasi dokter spesialis.

Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), serta Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).

Kelima asosiasi tersebut bersama Kementerian Kesehatan menyarankan alur penanganan penderita Covid-19.

Dengan alur penanganan itu, Satgas Covid-19 berharap dokter-dokter Indonesia bisa memberikan pengobatan terbaik sesuai ketersediaan obat dan fasilitas pelayanan kesehatan di tiap daerah.

Sekarang, lanjut Dokter Wiku, para dokter yang tergabung dalam asosiasi tersebut, merekomendasikan beberapa obat untuk pasien Covid-19.

Di antaranya, Remdesivir, Favipiravir, Lovinavir-Ritonavir, Oseltamivir, dan obat-obatan lain seperti Paracetamol untuk menurunkan gejala demam atau panas lebih dari 38 derajat celsius.

“Untuk pasien-pasien dengan gejala ringan, selain isolasi mandiri, diberikan beberapa obat, salah satunya Vitamin C, antivirus dan beberapa antivirus yang memiliki potensi menyembuhkan Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian, beberapa obat yang direkomendasikan untuk gejala sedang yaitu Klorokuin, Azitromisin dan Antikoagulan kalau ada potensi penggumpalan darah.

Sedangkan untuk gejala berat atau kritis, obat yang bisa dipakai adalah Kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya.

“Kami sampaikan ini supaya dokter-dokter yang menangani pasien Covid-19 betul-betul dapat memilih pengobatan yang terbaik,” pungkasnya.(rid/tin/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
33o
Kurs