Senin, 28 September 2020

Satgas COVID-19 Unusa Buat Hand Sanitizer, Bisa Untuk Sekolah dan Masjid

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Hand sanitizer yang dibuat mahasiswa Kedokteran bersama Satgas COVID-19 Unusa. Foto: Humas Unusa

Satgas COVID-19 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang baru saja terbentuk, Jumat (20/3/2020) membuat hand sanitizer sebagai satu diantara pencegahan penyebaran virus corona. Jika untuk internal tercukupi, hand sanitizer bisa didistribusikan ke sekolah dan masjid sekitar kampus.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Ir Achmad Jazidie, M.Eng., Rektor Unusa kepada awak media usai menyaksikan proses pembuatan hand sanitizer didampingi Prof. Kacung Marijan Ph.D., Wakil Rektor 1 Unusa bersama Satgas COVID-19 Unusa.

“Jika kebutuhan hand sanitizer untuk internal di lingkungan kampus Unusa sendiri sudah mencukupi, tidak menutup kemungkinan hand sanitizer yang dibuat bersamasama oleh mahasiswa Kedokteran dengan Satgas Covid 19 ini bisa didistribusikan ke sekolah atau masjid dan musalah disekitar Unusa,” terang Jazidie.

Ide membuat hand sanitizer oleh para mahasiswa bersama Satgas COVID-19 ini sendiri dipicu sulitnya sekaligus mahalnya harga hand sanitizer yang ada dipasaran.

Menggunakan bahan, Etanol, Gliserin, dan Akuades, dan dibawah arahan dr. M. Fifin Kombih Ketua Satgas COVID-19 Unusa, pembuatan hand sanitizer ini menggunakan takaran sesuai dengan panduan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami buat berdasarkan rekomendasi dari BPOM yang nantinya memang disiapkan sebagai satu diantara cara atau mengantisipasi penyebaran virus corona di kawasan kampus Unusa,” terang Fifin sapaan dr. M Fifin Kombih.

Keterlibatan mahasiswa Kedokteran dalam proses pembuatan hand sanitizer ini sebagai bagian dari melatih keterampilan para mahasiswa terkait pembuatan hand sanitizer dengan bahan yang mudah ditemukan di pasaran. “Supaya mahasiswa juga berlatih,” kata Fifin.

Secara khusus Fifin juga merujuk pada standardisasi yang dibuat oleh BPOM karena hal itu sesuai dengan standar dari Badan Kesehatan Dunia WHO. “Takaran yang dibuat BPOM sudah sesuai standar WHO,” tegas Fifin.

Sementara itu, guna memaksimalkan manfaat atau kinerja hand sanitizer, maka harus didiamkan dalam botol selama lebih kurang 72 jam. Satgas COVID-19 Unusa, Jumat (20/3/2020) membuat sekitar 100 botol hand sanitizer, dan dijadwalkan untuk dipergunakan dilingkungan internal kampus Unusa.(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Senin, 28 September 2020
33o
Kurs