Selasa, 20 Oktober 2020

Satpol PP Surabaya Klarifikasi Tindakan Kasar dalam Operasi Prokes

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Cuplikan video saat Subandi dibawa petugas Satpol PP untuk swab.

Petugas Satpol PP yang tergabung dalam Tim Swab Hunter bertindak kasar saat menangkap seorang pria yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes).

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (10/10/2020) di kawasan Jalan Karang Menjangan itu sempat direkam video oleh warga. Video berdurasi 1 menit 36 detik itu viral di beberapa grup percakapan WhatsApp.

Pria dalam video itu tampak digelandang paksa oleh petugas Satpol PP setelah sempat bersitegang di depan sebuah Depo Air Isi Ulang. Tampak seorang perempuan paruh baya juga mencoba melerai agar Subandi tidak dibawa. Tapi, petugas tetap menghampiri Subandi dan menangkapnya untuk dinaikkan ke mobil patroli.

Eddy Christijanto Kepala Satpol PP Kota Surabaya membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, kejadian itu adalah kegiatan Tim Swab Hunter yang dilakukan oleh Kecamatan Gubeng bersama Puskesmas Mojo.

“Kebetulan kami gabungan Satpol PP, Polisi, dan TNI. Di salah satu lokasi menemukan salah seorang bernama Subandi (38) yang alamat asalnya Jalan Pulo Harapan Jakarta Barat. Tapi saat itu dia tidak bawa KTP dan tidak pakai masker. Sehingga, oleh tim di lokasi diarahkan ke Puskesmas Mojo untuk dilakukan swab. Dia memberontak, tidak mau. Akhirnya, karena ber KTP luar kota, maka wajib dilakukan swab untuk pencegahan Covid-19,” kata Eddy kepada suarasurabaya.net, Senin (12/10/2020).

Eddy mengatakan, setelah bisa diamankan di dalam mobil, dan dijelaskan oleh petugas, Subandi pun menurut untuk menjalani tes swab.

“Petugas memberi penjelasan, kalau dia itu tidak diapa-apakan hanya mau diswab apakah ada Covid-19 atau tidak. Kalau tidak ada bisa kembali ke rumah. Kalau positif kita obati. Jangan sampai penyakit itu menular,” katanya.

 

Subandi saat jalani tes swab di Puskesmas Mojo. Foto: Istimewa

 

Eddy mengatakan, berontaknya Subandi dalam penangkapan itu karena dikira akan dibawa ke Liponsos karena tidak membawa KTP. Tapi, setelah dijelaskan oleh petugas, Subandi mematuhi untuk dilakukan tes swab di Puskesmas Mojo.

“Ternyata dia ini salah paham, pikiran dia mau dibawa ke Liponsos karena tidak bawa KTP. Setelah dijelaskan, yang bersangkutan minta maaf dan mau jalani swab di Puskesmas Mojo,” katanya. (bid/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2020
29o
Kurs