Rabu, 15 Juli 2020

Sebelum Normal Cara Baru Diterapkan, Presiden Instruksikan Penambahan TNI Polri di Jatim

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden, dalam rapat kabinet, Rabu (27/5/2020), melalui video konferensi dari Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden memerintahkan jajarannya untuk memeriksa kesiapan daerah yang akan menerapkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.

Jokowi meminta protokol tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

Presiden berharap, semakin masif sosialisasi protokol itu dilakukan, berpengaruh pada peningkatan kesadaran serta kedisiplinan masyarakat supaya tetap produktif sekaligus aman dari ancaman Covid-19.

Itu merupakan beberapa instruksi yang disampaikan Presiden, dalam rapat kabinet siang hari ini, Rabu (27/5/2020), melalui video konferensi dari Istana Merdeka, Jakarta.

“Tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kementerian Kesehatan perlu disosialisasikan secara masif, sehingga masyarakat tau apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan dilarang berkerumun dalam jumlah yang banyak,” ujar Jokowi.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru, lanjut Presiden, pemerintah mengerahkan ribuan prajurit TNI dan Polri ke sejumlah titik keramaian di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan harapannya supaya angka reproduksi/tingkat penularan awal (R0) di seluruh daerah bisa ditekan sampai di bawah angka 1. Dengan begitu, satu orang positif Covid-19 cuma berpotensi menularkan pada kurang dari satu orang lainnya.

Kalau cara itu efektif menekan angka penyebaran kasus Covid-19, Jokowi mengatakan, pemerintah akan memperluas penerapan tatanan normal baru di provinsi lain.

“Aparat dari TNI dan Polri telah diterjunkan ke titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru. Nantinya, akan kita lihat dari angka-angka dan fakta-fakta di lapangan, utamanya yang berkaitan dengan R0 dan Rt (angka reproduksi). Kalau nanti efektif, kita akan gelar dan lebarkan lagi ke provinsi dan kabupaten/kota yang lain,” paparnya.

Khusus untuk daerah yang kurva penyebarannya masih tinggi seperti Jawa Timur, Jokowi memerintahkan penambahan aparat, meningkatkan pengujian sampel, serta pelacakan agresif terhadap orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Saya sudah perintahkan Gugus Tugas, Panglima TNI, dan Kapolri untuk di Jawa Timur misalnya agar ditambah bantuan aparat di sana agar bisa menekan kurvanya sehingga tidak naik lagi dan meningkatkan pengujian sampel, pelacakan yang agresif terhadap yang PDP maupun ODP, dan melakukan isolasi yang ketat. Ini kita lakukan pada provinsi-provinsi yang kurvanya masih naik,” tegasnya.

Sekadar informasi, pemerintah akan menerapkan tatanan normal baru di tengah ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19, supaya masyarakat bisa kembali produktif dan aman.

Tahap awal, ada empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang akan menerapkan normal cara baru. Empat provinsi itu adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Gorontalo dan DKI Jakarta.

Sedangkan 25 kabupaten/kota antara lain Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kota Surabaya.

Salah satu langkah untuk menjamin efektivitas kebijakan itu, pemerintah menyiagakan personel TNI/Polri di tempat umum atau keramaian, supaya masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Ananda Maharani

Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Rabu, 15 Juli 2020
30o
Kurs