Sabtu, 23 Januari 2021

Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Malang Raya dan Jember Penuh

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
RSD dr Soebandi Jember. Foto: Kominfo Jember

Dokter Makhyan Jibril Al Farabi Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan, enam dari 12 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Malang Raya sudah penuh.

Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di enam RS Rujukan Covid-19 di Malang Raya itu, kata Jibril, sudah mencapai 100 persen. Tidak bisa lagi menampung pasien.

“Yang BOR-nya naik drastis memang ada dua daerah yang sekarang menjadi concern kami. Malang Raya salah satunya. Di sana ada enam rumah sakit yang sampai 100 persen. Itu kan berarti penuh,” ujarnya, Senin (30/11/2020).

Sayangnya, Jibril tidak merinci, RS Rujukan Covid-19 di wilayah mana saja di Malang Raya yang tingkat keterisian tempat tidurnya sudah mencapai 100 persen.

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim pada kesempatan yang berbeda di hari yang sama mengakui itu, BOR di Malang Raya cukup mengkhawatirkan.

“Kemarin di Malang kan kita analisis. Dari 12 RS Rujukan di sana memang perlu penambahan, karena BOR-nya lebih dari 70 persen,” ujarnya setelah Rapat Koordinasi Sosialisasi Vaksin Covid-19 di Grand City Surabaya.

Tidak hanya di Malang, dr Makhyan Jibril bilang, dia baru saja rapat dengan Plt Bupati Jember dan mendapati bahwa BOR di sejumlah RS Rujukan di wilayah itu juga sudah mendekati 100 persen.

“Memang kalau kita lihat occupancy rate itu kan macam-macam. Ada beberapa daerah yang BOR-nya naik drastis ada yang landai,” ujar Jibril. “Malang Raya sama Jember Raya itu yang sekarang menjadi concern.”

Secara umum, pascalibur panjang dan cuti bersama akhir Oktober lalu, rata-rata BOR RS Rujukan di Jatim mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 65 persen.

“Okupansi 65 persen itu untuk isolasi biasa. Terus untuk ICU (Intensif Care Unit yang memiliki negative pressure) 57 persen. Ini, kan, berarti sudah mulai warning,” ujarnya.

Penuhnya separuh RS Rujukan di Malang Raya itu pun membuat Khofifah Gubernur Jatim memutuskan perlunya penambahan kapasitas rumah sakit. Yakni dengan membangun RS Darurat Lapangan di Malang Raya.

Hal itu seperti disampaikan dr Joni. “Ibu Gubernur memutuskan ada alternatif membuat rumah sakit lapangan. Seperti yang kita buat di sini (Surabaya). Supaya apa? Supaya bisa relaksasi rumah sakitnya.”

Berkaitan rencana pembangunan RS Darurat Lapangan di Malang Raya, dr Jibril menjelaskan, Satgas Covid-19 Jatim berencana mendirikan RS Lapangan itu di Gedung Poltekkes Malang.

“Kami rapatkan ini. Sudah ada keputusan akan dibikin RS Darurat di Malang. Karena kalau (merujuk) dari Malang ke Surabaya jauh. Keluarga pasien juga akan susah,” ujarnya.

Sesuai dengan rencana awal, RS Darurat Lapangan di Malang akan dibangun dengan kapasitas perkiraan mencapai 300 tempat tidur. Namun, menurut Jibril, untuk tahap awal pembangunan 100 bed lebih dulu.

“Kami akan mematangkan lagi, kami diskusikan dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” katanya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Sabtu, 23 Januari 2021
31o
Kurs