Minggu, 27 November 2022

Sesudah Robohkan Pagar, Pengunjuk Rasa Membakar Water Barrier di Depan Grahadi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Massa membakar water barrier di Gedung Negara Grahadi. Foto: Anton suarasurabaya.net

Massa pengunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi setelah tadi berhasil merobohkan pagar di gerbang akses masuk sebelah barat, saat ini melakukan aksi bakar-bakar water barrier di Taman Apsari.

Setelah ricuh yang berujung robohnya pagar Gedung Negara Grahadi, Kombespol Isir, Kapolrestabes Surabaya sempat berbincang dengan perwakilan massa yang berhasil ditenangkan. Massa sepakat untuk menyampaikan aspirasi, yang dalam hal ini diwakili oleh perwakilan dari Masa aliansi mahasiswa yang juga hadir di dalam unkjuk rasa

Massa Aliansi Mahasiswa ini menyampaikan agar massa lain yang sebagian besar mengaku sebagai pelajar agar tidak lagi melakukan tindakan provokatif yang berujung anarkis, melakukan perusakan, dan kembali kepada tujuan dari aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa kali ini merupakan puncak dari unjuk rasa masa serikat pekerja maupun gabungan aliansi mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya, yang meminta pembatalan RUU Omnibus Law yang sudah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020 lalu.

Massa meminta agar pihak kepolisian menghadirkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menemui pengunjuk rasa, dan memberikan kepastian bahwa Pemprov Jatim akan menyampaikan tuntutan pengunjuk rasa hari ini, agar UU Omnibus Law dibatalkan oleh DPR RI atau pemerintah pusat.

Dari pantauan suarasurabaya.net, akibat dari bakar-bakar water barrier, asap hitam membumbung ke atas dan massa masih tampak bekerumun, dan terdengar letusan dari petasan yang dibawa oleh pengunjuk rasa.

Pihak kepolisian dan TNI yang ada di Gedung Negara Grahadi sempat menghalau aksi massa dengan cara yang persuasif. Massa diajak untuk tenang agar tidak melakukan aksi yang lebih jauh, dan berhasil mengkondisikan agar tidak terlalu bergejolak seperti sebelumnya.

Massa di depan Gedung Negara Grahadi sudah sempat melakukan kericuhan sekitar pukul 12.00. Massa sempat melakukan aksi merusak pagar kawat, namun hanya sebagian yang dirusak. Aparat berhasil mengamankan tiga orang dari massa yang dianggap memprovokasi masa untuk melakukan aksi merusak pagar kawat.

Pukul 14.00 massa kembali memanas dan menarik pagar kawat berduri mundur hingga trotoar Taman Apsari hingga menerobos masuk yang berujung perusakan pagar di gerbang barat Gedung Negara Grahadi. (den/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Bus Terbakar di Gate Tol Menanggal arah Juanda

Ratusan Rumah Hancur Akibat Puting Beliung

Surabaya
Minggu, 27 November 2022
25o
Kurs