Rabu, 30 September 2020

Siap Minggir! Ada Penyemprotan Disinfektan di Jalan Surabaya

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Penyemprotan disinfektan di jalan maupun pasar. Foto : Istimewa

Pemerintah Kota Surabaya masih terus melakukan penyemprotan disinfektan di banyak tempat hingga kini. Penyemprotan di median-median jalan, pohon, pagar, tembok, maupun lantai itu utamanya untuk mensterilkan Covid-19 di Surabaya.

Masalah muncul ketika saat penyemprotan disinfektan dilakukan di jalan besar, seperti di Jl Kombes M Duryat, Jl Kedungdoro, atau jalan besar lain yang banyak terdapat pedagang. Saat penyemprotan berlangsung, banyak pedagang kaget terkena semprotan blower disinfektan yang besar semburannya itu.

Terhadap kejadian itu, Eddy Christijanto Kepala Satpol PP Surabaya menjelaskan penyemprotan disinfektan di Surabaya didukung oleh banyak pihak, seperti PMK dan Satpol PP, Linmas, DKRTH, dan PMI. Tiap-tiap pihak menggunakan peralatan berukuran berbeda-beda yang bisa menimbulkan efek berbeda pada kegiatan masyarakat saat penyemprotan dilakukan.

“Kalau Satpol PP sudah punya standar prosedur ketika melakukan penyemprotan di jalan kota,” tegas Eddy kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (12/8/2020).

Prosedur yang dimaksud antara lain dilakukan pemberitahuan lebih dulu kepada masyarakat sekitar. Termasuk ketika penyemprotan dilakukan, ada tim bagian depan yang mengingatkan para pedagang, misalnya, untuk mengamankan dagangannya.

Eddy mengatakan, standar semacam itu juga diterapkan oleh semua pihak yang mendukung penyemprotan disinfektan di jalan-jalan kota.

“Kita berharap masyarakat juga tahu kalau di suatu wilayah dilakukan penyemprotan. Mobilnya kan besar, jadi jelas terlihat dari kejauhan. Jika sudah melihat seperti itu, segera bersama-sama mengamankan dagangan atau lingkungannya. Bukankah penyemprotan disinfektan ini sudah sejak lama dilakukan, juga sudah menjadi habit di kota kita,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, campuran bahan disinfektan yang digunakan antara lain terdiri dari klorin yang dinilai aman terkena orang. Meskipun juga diakui, bahan itu masih dalam kajian soal efektifitasnya.

“Tapi kita terus berupaya melakukan kegiatan terkait pencegahan Covid-19. Bagaimana pun pemerintah pusat juga melakukan dan menggunakan bahan yang sama seperti yang kita lakukan dan gunakan di Surabaya,” tegasnya. (cus/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Rabu, 30 September 2020
32o
Kurs