Senin, 28 September 2020

STIKES Hang Tuah Surabaya Bekali Dosen Keahlian Video Pengajaran

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Para Dosen sedang mengikuti pelatihan produksi video pembelajaran. Rabu (5/8/2020). Foto: Istimewa

Pembelajaran daring membutuhkan banyak perangkat pendukung agar proses transfer materi kepada mahasiswa tetap menarik dan tidak membosankan.

Untuk itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hang Tuah Surabaya menggelar workshop bertajuk Metode Pembelajaran Online & Training Produksi Video Pembelajaran, selama dua hari, Rabu-Kamis (5-6/8/2020) di Kampus STIKES Hang Tuah Surabaya.

“Bagaimanapun pembelajaran harus tetap berjalan di saat pandemi Covid-19 dan dosen dituntut bisa memberikan pembelajaran daring dengan tampilan yang menarik dan informatif bagi mahasiswa,” jelas Hidayatus Sya’diyah, S.Kep., Ns., M.Kep, Kepala Pusat Penjaminan Mutu Stikes Hang Tuah Surabaya.

“Peserta offline tetap diatur dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Sementara peserta online bergabung melalui online meeting google meet dan zoom,” katanya.

Workshop melibatkan seluruh dosen dan staf itu, dilakukan dengan cara offline dan online. Kehadiran peserta offline 40% dan online 60%.. Foto: Istimewa

Materi pelatihan selama dua hari itu antara lain Metode Blended Learning Menuju New Normal, Metode Pebelajaran Online dan Video Project.

“Karena bersifat pelatihan, selain materi diskusi, para dosen diajak langsung praktek memproduksi materi pengajaran dalam bentuk video menarik,” tambahnya.

Dari pelatihan ini, lanjutnya, diharapkan para dosen pengajar memiliki cara paling efektif agar transfer knowledge kepada mahasiswa memenuhi target kurikulum pendidikan.

Seperti diakui Faridah, salah satu dosen pengajar keperawatan anak peserta pelatihan, merasa sangat bersyukur dengan adanya pelatihan tentang membuat video pengajaran itu. Sebab, biasanya dosen membuat materi presentasi dalam bentuk slide powerpoint kini bisa bertambah menarik dalam bentuk video.

“Tapi memang harus intens dalam belajar video ini, sebab termasuk ilmu baru yang tidak terpraktekkan sebelumnya. Pandemi Covid-19 memang mengajarkan banyak hal untuk kita,” cetusnya.

Meski demikian, apakah pembelajaran metode daring bisa menggantikan metode tatap muka?

Diakui, “Pembelajaran secara daring apabila dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka di kelas, ada beberapa hal yang tidak didapatkan saat online yaitu chemistry antara dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.

Saat pembelajaran di kelas, menurutnya, dosen dapat melakukan komunikasi dua arah dengan mengamati ekspresi non verbal mahasiswa, seperti mimik wajah, gerak tubuh dan semaxamnya, sehingga dapat mengevaluasi langsung pembelajaran yang dilakukan.

“Apalagi kami memerlukan kegiatan praktek laboratorium dan klinik, tentu belum bisa maksimal apabila dilakukan secara daring,” ia menegaskan.

Namun, diakui Wiwiek Liestyaningrum, S.Kp, M.Kep, Ketua STIKES Hang Tuah Surabaya, pembekalan untuk menambah kecakapan para dosen dalam membuat materi presentasi agar lebih menarik dan efektif tetap perlu dilakukan untuk mengurangi kejenuhan selama pembelajaran daring, sekaligus untuk memenuhi target kurikulum yang tengah berlangsung.

“Kami ingin mahasiswa tetap mendapat hak pembelajaran walau di tengah pandemi. Itu yang menjadi concern kita” tuturnya. (cus/lim)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Senin, 28 September 2020
26o
Kurs