Selasa, 29 September 2020

Tiga Cara Gereja Dukung Pemerintah Memotong Penyebaran COVID-19

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Petugas BPBD Jawa Timur menyemprotkan disinfektan pada bagian dalam gereja GPIB Imanuel Jl. Bubutan, Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Pendeta Sudhi Darma Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jawa Timur mengatakan bahwa gereja mendukung program pemerintah untuk segera memotong percepatan penularan wabah COVID-19.

Ini sesuai hasil pertemuan perwakilan 18 gereja dengan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). Perwakilan gereja yang hadir antara lain dari Gereja Katolik, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Baptis, Gereja Advent Hari Ketujuh, Bala Keselamatan, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) , dan Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI).

“Gubernur tadi menyampaikan, semua kota atau kabupaten terjangkit COVID-19. Sehingga untuk dua minggu ke depan gereja diharapkan waspada dan ikut mendukung yang sudah dianjurkan pemerintah. Gereja-gereja juga diharapkan untuk saling berkomunikasi dan mewaspadai perkembangan yang ada,” ujarnya kepada Suara Surabaya, Jumat (20/3/2020).

Pertama, menyemprot gedung gereja dan seluruh peralatan dengan disinfektan. Kedua, menghindari kegiatan yang menghadirkan banyak orang. Ketiga, apabila tetap diadakan, gereja harus memenuhi persyaratan yang dianjurkan pemerintah yaitu jaga jarak, tidak ada sentuhan satu dengan yang lain, menganjurkan jemaat yang sakit tidak boleh hadir, mempersingkat durasi ibadah dengan kursi-kursi yang diatur sedemikian rupa supaya tidak berhimpitan.

“Ibadah di rumah memang dianjurkan. Beberapa gereja sudah melakukan ibadah secara streaming untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19,” kata Pendeta Sudhi Darma.

Pendeta Sudhi Darma mengimbau masyarakat supaya kita masing-masing mengambil langkah proaktif menjaga kesehatan di rumah masing-masing dengan meningkatkan kualitas hidup bersih.

“Harap tidak mengirimkan berita-berita yang tidak benar untuk menjaga ketenangan, ketentraman, agar tidak menyebabkan kepanikan yang berakibat pada aspek-aspek kehidupan yang lain,” ujarnya.(iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Selasa, 29 September 2020
35o
Kurs