Sabtu, 28 November 2020

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SMA/SMK Jatim, Lama Sekolah Maksimal 3 Jam

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Tetap pakai masker, dan menjaga jarak saat siswa gelar simulasi pembelajaran tatap muka di SMKN 6 Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyaksikan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 2 dan SMKN 2 Kota Probolinggo, Selasa (18/8/2020).

Wahid Wahyudi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang ikut dalam rombongan gubernur mengatakan bahwa uji coba pembelajaran tatap muka di kedua sekolah tersebut dilakukan dengan membatasi jumlah siswa di dalam kelas dan lama waktu pembelajaran tatap muka.

“Jumlah siswa per kelas maksimal 9 orang, jam masuk diatur bertahap. Ada yang masuk jam 07.00, 07.15, dan 07.30 agar jaga jarak bisa dilakukan dengan baik saat masuk sekolah,” ujarnya.

Selain pembatasan jumlah siswa, pembukaan sekolah tatap muka juga wajib mendapat persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19. Juga harus ada persetujuan tertulis dari orang tua siswa.

“Kami juga melakukan protokol kesehatan ketat. Saat siswa masuk, suhu tubuhnya diukur, cuci tangan atau tangannya diberi hand sanitizer, langsung masuk ke kelas, siswa dan guru wajib memakai masker dan face shield. Guru harus selalu jaga jarak saat mengajar,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa.

Selain itu, proses pembelajaran hanya dilaksanakan 3 sampai 4 jam mata pelajaran tanpa istirahat, yang setiap jam mata pelajarannya 45 menit. Selama uji coba dua minggu ini, setiap siswa hanya bisa masuk 2 hari seminggu.

Menurut Wahid, para siswa mengaku kepada Khofifah bahwa mereka sangat senang karena bisa mengikuti pembelajaran tatap muka meskipun baru tahap uji coba.

“Para siswa menyampaikan, pembelajaran jarak jauh dinilai tidak efektif dan karena daya tangkap tidak optimal karena daya tangkap siswa berbeda-beda. Ada juga yang orang tuanya kesulitan membeli kuota,” kata Wahid.

Siswa SMA/SMK dinilai bisa mengikuti uji coba sekolah tatap muka karena fisiknya prima dan pola pikirnya mendekati dewasa jadi bisa menaati protokol kesehatan.

Pembukaan pembelajaran tatap muka terbatas ini sesuai rencana Pemprov Jatim. Menyusul keputusan Nadiem Makarim Mendikbud yang mengizinkan pembelajaran secara langsung untuk daerah zona kuning dengan memperhatikan tahapan penting.

Jumlah total siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur mencapai 1,3 juta orang. Sedangkan yang mengikuti uji coba hanya 18 ribu orang atau 1,4 persen dari jumlah siswa yang ada.

Uji coba dilakukan di 27 kabupaten/kota di Jawa Timur. Belum semua kabupaten/kota di Jatim mendapat rekomendasi membuka sekolah tatap muka. Yang belum melakukan uji coba yaitu Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Blitar, dan Bondowoso. Kemudian, 7 kabupaten/kota yang masih tahap koordinasi adalah Kota Surabaya, Kabupaten Kediri, Kabupaten Ngawi, Kota Malang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Jember.

Uji coba akan berlangsung sampai akhir Agustus 2020, lalu akan dievaluasi. “Keputusan lanjut tatap muka atau tidak, September. Uji coba ini sangat fleksibel. Kalau daerah itu ditetapkan jadi zona merah lagi, uji coba akan ditutup,” kata Wahid.(iss/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
26o
Kurs