Rabu, 21 Oktober 2020

Unesa Nyatakan Tidak Siap Jadi Tempat UTBK

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Foto: Google

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyatakan tidak siap dijadikan tempat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020, karena manajemen tidak bisa menjamin protokol kesehatan yang diterapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Prof Nur Hasan Rektor Universitas Negeri Surabaya menegaskan, kalau pun Unesa dijadikan tempat tes UTBK, pihaknya mengaku hanya mampu menampung 500 peserta setiap sesinya, bukan 20 ribu seperti yang ditentukan untuk menjaga physical distancing dan menghindari kerumunan.

“Jadi kalau misal ITS menampung enam ribu, Unair belasan ribu, Unesa agak lebih banyak ya. Lha, kemampuan kita itu hanya 500, itu pun bermitra dengan Unusa 90 komputernya karena tidak semua komputer digunakan, hanya separuh yang dipakai, ya kemampuan Unesa cuma 500,” kata Nur Hasan kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (24/6/2020).

“Sebenarnya ada 2 gelombang, rencananya tanggal 5 dan 20 Juli, itu pun tergantung jumlah yang ikut tes di tempat kita. Unesa di Surabaya paling banyak, 20 ribu lebih. Itu bisa 38 sesi,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sulit mengontrol mobilitas peserta jika di luar kelas. Jika di dalam kelas, mungkin peserta dapat menjalankan protokol kesehatan dengan jaga jarak. Namun jika di luar kelas atau kampus, pihaknya tidak bisa mengontrol agar peserta tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain atau bahkan bergerombol.

Sehingga, ia mengkhawatirkan ujian tulis ini malah memunculkan kasus baru di lingkungan Unesa.

“Karena kebetulan Unesa sudah punya pengalaman mahasiswa 15 orang di Wuhan itu, atas kerja kerasnya Gubernur, Mendagri, akhirnya sebagian besar sudah bisa dipulangkan. Atas pengalaman itu Unesa mempersiapkan diri agar tidak terjadi di Unesa saat Indonesia terdampak,” ujarnya.

Nur Hasan mengatakan, ia telah menyampaikan hal itu kepada Majelis Rektor Indonesia. Ia mengaku protokol kesehatan sulit diterapkan jika melibatkan banyak orang.

Untuk itu, Unesa menyetujui salah satu keputusan dari Prof. Moh. Nasih Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) bahwa pusat-pusat UTBK yang saat ini berjumlah 74 di seluruh Indonesia bisa bekerjasama dengan SMA/SMK di daerah untuk tempat pelaksanaan UTBK.

“Unesa punya pilihan, PTN kalau tidak siap akan diserahkan model UNBK kayak UN di SMA/SMK terdekat calon mahasiswam jadi tidak perlu ke kampus,” ujarnya.(tin/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2020
30o
Kurs