Selasa, 24 November 2020

UTBK Batch 2, ITS Kembali Layani Rapid Test Gratis

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Rapid Test gratis yang diselenggarakan oleh ITS Surabaya untuk peserta UTBK pemegang KIP-Kuliah Jatim. Foto: Humas ITS

Pusat UTBK Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melayani rapid test gratis untuk pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) di batch 2 yang akan digelar besok, Senin (20/7/2020) sampai 25 Juli mendatang.

Prof Adi Supriyanto Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS mengatakan, layanan rapid test itu akan dilaksanakan sampai 24 Juli pukul 07.30-12.00 di gedung Plasa dr Angka ITS.

“Layanan ini kami berikan untuk para peserta yang akan mengikuti UTBK pada tahap kedua sesuai syarat yang ditentukan,” ujarnya.

Dalam persiapan UTBK tahap kedua ini, ITS juga menyiapkan rapid test bagi panitia dan pengawas UTBK. Pelaksanaan rapid test ini dilaksanakan mulai 17-22 Juli 2020 di gedung yang sama.

“Kurang lebih ada 40 panitia dan pengawas yang mengikuti rapid test untuk persiapan UTBK tahap kedua ini, dan kami sarankan untuk terakhir rapid test pada 19 Juli sebelum bertugas nantinya,” katanya.

Guru Besar Teknik Elektro ITS ini mengatakan, ada beberapa persiapan tambahan dari evaluasi UTBK tahap pertama kemarin. Di antaranya, penambahan dan pengelolaan sampah medis, perbaikan stiker bagi peserta yang lolos check point, serta penyediaan sarung tangan dan masker bagi peserta yang tidak membawa.

“Hal ini sebetulnya hampir sama dengan tahap pertama kemarin, namun kami lakukan ini demi memberikan fasilitas yang terbaik untuk para peserta,” katanya.

Adi menambahkan, pada UTBK batch kedua, ITS juga kembali melakukan sterilisasi ruangan tempat UTBK. Hal tersebut dilakukan hampir setiap hari menjelang UTBK tahap kedua mulai Senin (20/7) besok.

“Kami lakukan sterilisasi tersebut dalam tiga kali setiap harinya yakni pagi, siang, dan sore,” ujar Adi.

Kata Adi, pada batch 2 ini, akan ada total 8.750 peserta di Pusat UTBK ITS. Jumlah tersebut merupakan peserta limpahan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Jadi sebetulnya jika peserta dari ITS sendiri sudah selesai pada tahap satu saja, namun di tahap kedua ini adalah semua peserta limpahan dari Unesa,” katanya.

Adi menjelaskan, terdapat pula tambahan 116 peserta limpahan dari tahap pertama. Para peserta tersebut meminta untuk proses relokasi dengan beberapa alasan di antaranya karena reaktif hasil rapid test, tidak adanya transportasi, dan tidak berani ke Surabaya sebab Surabaya termasuk zona merah.

“Sedang dari 116 peserta tersebut, 95 peserta dinyatakan reaktif di mana 66 di antaranya merupakan peserta reaktif asal Surabaya, sehingga dilimpahkan ke tahap kedua,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, para peserta yang reaktif pada UTBK tahap pertama langsung diserahkan kepada panitia pusat dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemerintah Kota Surabaya. Adi juga menjelaskan, jika nantinya di tahap kedua terdapat peserta yang reaktif hasil rapid test-nya, maka ITS akan menyerahkan kembali ke panitia pusat untuk bisa diikutkan pada UTBK tahap ketiga tanggal 28-29 Juli 2020.

“Jika (sekarang) badan terasa kurang enak, istirahat saja dulu supaya nanti saat mengikuti UTBK dalam keadaan sehat. Sehingga kami selaku pelaksana UTBK dapat memberi fasilitas terbaik untuk para peserta yang ingin melanjutkan pendidikannya di PTN, tidak kehilangan hak dan kesempatannya,” pungkasnya. (bas/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
29o
Kurs