Minggu, 29 November 2020

Warga Terdampak Covid-19 Diminta Aktif Melapor untuk Terima Bantuan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Bantuan yang dikemas dalam paket sembako tersebut, disalurkan kepada 67.319 KK di 31 kecamatan Surabaya. Foto: Istimewa

Warga yang terdampak Covid-19 diminta segera melapor ke RT/RW atau kelurahan setempat untuk mendaftar menjadi penerima bantuan sosial. Dengan begitu, maka diharapkan bantuan yang diberikan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota, dapat tepat sasaran.

Sahat Tua Simanjuntak Wakil Ketua DPRD Jatim mengatakan, Pemprov Jatim telah mengantongi nama-nama penerima bantuan baik yang terdaftar sebagai Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Program Keluarga Harapan (PKH).

Namun, ia mengkhawatirkan ada nama-nama terlewat atau mereka yang sebetulnya tidak berhak menerima bantuan namun tercatat dalam data.

“Kami mengajak masyarakat untuk proaktif mulai dari RT/RW dan kelurahan untuk melapor kebutuhan bantuan, karena mungkin saja ada yang kelewatan. Termasuk mereka-mereka yang tidak patut tercatat di data tapi tercatat,” kata Sahat kepada Radio Suara Surabaya pada Senin (17/4/2020) pagi.

Menurutnya, banyak masyarakat yang bekerja dengan mengandalkan upah harian, yang kemungkinan belum tercatat sebagai penerima bantuan. Apalagi Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, merupakan tiga daerah di Jatim yang paling banyak masyarakatnya yang tercatat sebagai pekerja harian.

Untuk itu, ia meminta pengurus RT/RW hingga kelurahan untuk dapat memverifikasi data penerima bantuan lalu melaporkannya ke pemerintah kota atau pemerintah kabupaten.

“Karena yang paling tahu kesulitannya apa tidak ya struktur masyarakat paling bawah. Kalau pemerintah provinsi (punya data) by name by address,” ujarnya.

Sahat mengatakan, ia mengapresiasi langkah Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim yang memberikan bantuan dengan jenis yang berbeda-beda. Mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama 3 bulan berturut-turut, bantuan sembako dan bantuan intervensi Pemprov ke Pemkot/Pemkab dengan jumlah kebutuhan fiskal sesuai masing-masing daerah. Menurutnya, upaya ini dilakukan agar pemberian bantuan berjalan secara efektif dan sesuai data.

Ia juga mengungkapkan, dana bantuan tersebut tidak langsung diberikan secara serentak kepada semua penerima namun secara bertahap.

“PSBB tetap berjalan, tapi kan tidak harus besok. Mungkin bantuan bisa diluncurkan secara bertahap mulai besok untuk bantuan dari (pemerintah) provinsi itu,” tambahnya.(tin/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs