Minggu, 29 Mei 2022

WHO Minta Masyarakat Dunia Tak Terbuai dengan Kemajuan Vaksin

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi.

Kemajuan vaksin Covid-19 baru-baru ini merupakan sesuatu yang positif, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir kemajuan itu telah menyebabkan persepsi yang berkembang bahwa pandemi telah berakhir, kata Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO.

Inggris yang pada Rabu lalu menyetujui vaksin Covid-19 Pfizer Inc, meningkatkan harapan dapat melawan virus yang telah menewaskan hampir 1,5 juta orang secara global tersebut.

“Kemajuan terkait vaksin memberi kita semua dorongan dan sekarang kita bisa mulai melihat titik terang. Namun, WHO khawatir bahwa ada persepsi yang berkembang bahwa pandemi Covid-19 sudah berakhir,” katanya dilansir Antara, Sabtu (5/12/2020).

Tedros mengatakan pandemi masih akan berlangsung panjang dan bahwa keputusan yang dibuat oleh warga dan pemerintah akan menentukan kelangsungan pandemi dalam jangka pendek dan kapan pandemi akan berakhir.

“Kami tahu ini merupakan tahun yang sulit dan orang-orang lelah, tetapi di rumah sakit yang beroperasi pada batas atau melebihi kapasitas, itu yang paling sulit,” katanya.

“Kenyataannya adalah pada saat ini, banyak tempat menghadapi penularan virus Covid-19 yang sangat tinggi, yang memberikan tekanan besar pada rumah sakit, unit perawatan intensif, dan petugas kesehatan.”

Dua vaksin yang menjanjikan dapat segera menerima otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, dan sekitar 20 juta orang Amerika sudah dapat divaksinasi tahun ini. Keadaan itu membantu AS membendung gelombang virus di negara tersebut, yang terdampak paling parah di dunia.

Namun, Mike Ryan ahli darurat utama WHO juga memperingatkan agar semua pihak tidak berpuas diri setelah peluncuran vaksin.

Ia mengatakan bahwa meskipun menjadi bagian utama dari pertempuran melawan Covid-19, vaksin tidak akan dengan sendirinya mengakhiri pandemi.

“(Adanya) Vaksin bukan berarti nol Covid,” katanya.

Ryan mengatakan beberapa negara harus mempertahankan langkah-langkah pengendalian yang sangat kuat untuk beberapa waktu ke depan atau mereka akan berisiko terkena “ledakan” dalam jumlah kasus, dan pandemi yang bergerak bolak-balik.

“Beberapa negara berada dalam momen penting. Ada sistem kesehatan di beberapa negara yang berada di titik kehancuran,” katanya, tanpa menyebut negara tertentu.(ant/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
28o
Kurs