Jumat, 3 Desember 2021

10 Mahasiswa UK Petra Terima Program Transfer Kredit Internasional 2021

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
6 diantara 10 mahasiswa UK Petra Surabaya penerima program Transfer Kredit Internasional 2021. Foto: Humas UK Petra

Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, patut disyukuri lantaran 10 mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya telah berhasil mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Program Transfer Kredit Internasional Tahun 2021.

“Puji Syukur, UK Petra bisa lolos. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik, karena semakin banyak mahasiswa yang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah terutama di masa seperti saat ini. Saat pandemi Covid-19 ini,” terang Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Rektor UK Petra, Surabaya.

Program Transfer Kredit Internasional merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Program ini memfasilitasi mahasiswa dalam upaya menguatkan dan menambah kompetensi melalui program studi lain atau perguruan tinggi lain di luar negeri. Tujuannya agar mahasiswa dilengkapi dengan kompetensi global sekaligus upaya mengantisipasi derasnya persaingan global di berbagai aspek.

“Jadi mahasiswa UK Petra yang telah kita pilih akan bisa merasakan pengalaman internasional di universitas luar negeri rekanan UK Petra,” papar Monika Kristanti, S.E., M.A., Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UK Petra Surabaya, Sabtu (17/7/2021).

Monika menyebutkan, dari 10 mahasiswa UK Petra yang lolos dalam program lima di antaranya dari program Internasional Busineness Management (IBM). Antara lain Celine Hauwing, Elisa Febriany, Nikita Luisa, Shierly Waskito dan Pamela Suharli.

Sedangkan lima orang mahasiswa lainnya dari Internasional Program in Digital Media (IPDM) yaitu Calvin Andrew Goenadi, Jessica Andrea Widjojoraga, Dylan Hizkia, Gladys Hertarti Tjandra Mulia dan Lea Vanessa.

Sepuluh orang mahasiswa ini akan mendapatkan bantuan biaya hidup dan biaya pendidikan selama satu semester yang diberikan dengan rentang waktu tertentu. Setiap mahasiswa akan mendapatkan bantuan yang nantinya bisa digunakan untuk uang buku, bantuan biaya hidup termasuk tuition fee.

Sedikit berbeda, untuk program ini yang memilih dan menyeleksi mahasiswanya adalah Perguruan Tinggi masing-masing.

“Jadi kami memilih dulu secara internal mana saja mahasiswa yang akan kami ajukan. Tentu saja tetap ada syarat umum seperti memiliki sertifikat TOEFL diatas 450, minimal semester tiga, IPK di atas rata-rata, dan lain-lain. Universitas seluruh Indonesia bersaing untuk mendapatkan bantuan yang sangat bermanfaat ini,” tambah Monika.

Selama satu semester adapun kredit yang ditransfer berupa kombinasi mata kuliah, tugas akhir, praktik kerja lapangan atau industi (magang), hingga praktik pengalaman lapangan. Jumlah kredit yang didapatkan mahasiswa setara dengan 6 hingga 20 SKS.

Pada 2021 ini, pelaksanaan transfer kredit internasional masih dilakukan secara daring (full online).

Monika menambahkan para mahasiswa IBM UK Petra akan menjalankan program ini dengan Saxion University of Applied Sciences, The Netherlands. Sedangkan para mahasiswa IPDM UK Petra akan menjalankan program dengan Dongseo University, Korea.

“Kami bersyukur dan merasa beruntung dapat bergabung dalam program ini. Sebab saya tahu seleksinya sangat ketat. Ini sangat membantu studi kami,” ujar Celine Hauwing satu diantara penerima program.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs