Selasa, 28 September 2021

Adi Sutarwijono: Sah-Sah Saja Kalau Pemkot Menghimpun Bantuan Penanganan Covid-19

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya. Foto: dokumen suarasurabaya.net

Dukungan serta gotong-royong dari berbagai stakeholder untuk penanganan Covid-19 terus mengalir. Pemkot Surabaya bekerja sama dengan warga bersama-sama dan bahu-membahu tangani pandemi.

Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya turut memberikan tanggapan soal ini. Menurutnya, peran serta warga dalam penanganan Covid-19 di Kota Surabaya sangat penting.

Selain mengandalkan kemampuan keuangan pemerintah, juga menggerakkan partisipasi publik. Bahkan, rakyat itu diminta atau tidak, pasti akan mengeluarkan pembiayaan.

Apakah itu untuk menjaga kampungnya, melakukan tracing, dan juga untuk berbagi makanan dan sebagainya.

“Itu yang saya tahu sejak setahun terakhir ini, sehingga kalau pemerintah kota sekarang menghimpun seluruh sumber daya di masyarakat, itu ya wajar-wajar saja, karena memang sejak awal penanganan Covid-19 itu selain bertumpu pada penanganan pemerintah, juga harus disangga secara gotong-royong dari masyarakat, terutama bagi mereka yang bersedia menyumbangkan sebagian harta yang dimilikinya,” katanya.

Adi Sutarwijono mencontohkan, bagaimana sejak awal pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang membantu Pemkot Surabaya melalui CSR-nya.

Nah, partisipasi publik ini harus dimaknai sebagai pembangkit semangat gotong-royong dan spirit gotong-royong yang memang sejak awal dilakukan di Surabaya.

Meskipun bukan di masa pandemi, pembangunan di Kota Surabaya selalu bertumpu pada partisipasi publik dan bertumpu pada partisipasi masyarakat.

“Jadi, berdasarkan peraturan yang ada, itu sah-sah saja dan legal,” imbuhnya.

Dia juga memastikan, Pemkot Surabaya punya cara tersendiri untuk menggerakkan partisipasi publik itu. Bahkan, sejak Maret 2020, pemkot partisipasi publik di Surabaya sangat luar biasa.

Dia contohkan, mulai dari bagi-bagi masker, sampai menggerakkan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Dengan demikian masyarakat bersama-sama mencegah Covid-19 di Surabaya.

“Selain itu, menurut saya penanganan Covid-19 ini tidak bisa hanya bertumpu pada kemampuan pemerintah. Tapi memang harus menggerakkan kekuatan masyarakat, karena personel pemerintah itu juga terbatas, sehingga harus membangkitkan masyarakat dari sisi tenaga partisipan yang bersedia bekerja untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Jadi, kita harus bekerjasama dan bergotong-royong,” ujarnya (man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
33o
Kurs