Sabtu, 28 Mei 2022

Akar Masalah Sulitnya Relokasi Warga Korban Longsor Nganjuk

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Proses pencarian korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Senin (15/2/2021). Foto: Istimewa

Hujan lebat pada Minggu (14/2/2021) mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Sampai Senin siang (15/2/2021), tiga orang warga setempat meninggal dunia dan 16 orang lainnya masih tertimbun.

Berdasarkan analisa BPBD Jawa Timur, wilayah Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang berada tepat di bawah tebing memang rawan longsor sehingga tidak layak untuk menjadi pemukiman warga.

Pada tahun 2017 lalu, bencana tanah longsor juga terjadi Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Lima warga dilaporkan hilang, diduga tertimbun tanah. Sampai hari ini jasad kelima korban tidak ditemukan.

Satrio Suseno Kasie Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Timur mengatakan seharusnya warga di sana memang direlokasi. Namun, praktiknya tidak mudah.

“Kita harus memahami akar masalah yang ada di warga. Karena memindahkan budaya susah ketimbang memindahkan orang. jadi kita harus pelan-pelan memberikan pemahaman kepada warga dan kita relokasi ke tempat yang lebih aman,” ujanrya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (15/2/2021).

Sebenarnya, sejak dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Nganjuk sudah mengupayakan evakuasi dan relokasi warga Dusun Selopuro karena tanah di sana mulai retak-retak. Kalau ada pemicunya maka akan terjadi longsor.

“Dua tahun yang lalu sempat mengalami keretakan. Akan tetapi warga tidak mau kami evakuasi. Kami tawarkan relokasi juga tidak mau. Akhirnya kita bantu dengan kita tutup retakan-retakan tanah itu,” kata Mokhamad Yasin Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk.(iss/lim)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
27o
Kurs