Senin, 6 Desember 2021

Banjir Lumajang, Puluhan Warga Mengungsi di Masjid

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Thoriqul Haq Bupati Lumajang memantau lokasi banjir di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021) malam. Foto: Antara/Diskominfo Lumajang

Puluhan warga yang berada di beberapa titik mengungsi di masjid akibat banjir yang menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Sabtu (27/2/2021) malam hingga Minggu (28/2/2021).

Beberapa lokasi yang terdampak banjir di antaranya wilayah perkotaan, yakni Desa Kutorenon, Desa Bondoyudo, dan Desa Selokbesuki di Kecamatan Sukodono, Desa Blukon di Kecamatan Lumajang, dan Desa Tekung di Kecamatan Tekung.

“Yang paling parah di wilayah Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, karena sejumlah warga sempat terjebak banjir dan masih belum bisa terjangkau oleh para petugas pada Sabtu (27/2/2021) malam,” kata Thoriqul Haq Bupati Lumajang usai berkeliling memantau banjir, dikutip Antara.

Menurutnya, Masjid Darussalam dan Masjid Assalam menjadi tempat pengungsian sementara untuk warga yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan warga yang ada di Perumahan Biting juga dievakuasi karena sempat tidak terjangkau oleh petugas akibat tinggi dan derasnya air.

“Untuk kebutuhan makan warga terdampak banjir, pemerintah telah menyiagakan dapur umum. Kami tetap mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lumajang untuk berpartisipasi membantu warga yang sedang terdampak banjir,” tuturnya.

Dia memastikan, sebagian lokasi banjir sudah mulai surut, namun masih ada beberapa lokasi yang tergenang banjir. Antara lain di Perumahan Biting dan Selokbesuki, sehingga sebagian warga juga masih mengungsi.

Sementara Joko Sambang Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang mengatakan, data warga yang terdampak banjir masih sebagian yang masuk karena keterbatasan personel yang melakukan penanganan longsor di jalur Piket Nol.

“Peningkatan debit air Dam Tekung menyebabkan beberapa permukiman dan sawah dekat Dam Tekung mulai terendam air pada Minggu pukul 03.00 WIB, sehingga warga dievakuasi ke tempat yg lebih tinggi di jalan pertigaan makam,” katanya.

Dia bilang, pada pukul 12.00 WIB ada kenaikan debit dari hulu setinggi 2 meter, sehingga wilayah yang terdampak banjir di Desa/Kecamatan Tekung sebanyak 14 KK dan lahan pertanian dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.

Banjir juga menerjang Desa Blukon di Kecamatan Lumajang dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Warga yang terdampak sebanyak 15 kepala keluarga dan sudah dievakuasi ke tempat yang aman.(ant/tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
28o
Kurs