Jumat, 1 Juli 2022

Bawa Sosok Pocong dan Waria, Cara Unik Polres Mojokerto Ingatkan Prokes

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Polres Mojokerto mengajak sesosok pocong lengkap dengan keranda bertuliskan Korban Covid-19 dengan diiringi dua waria yang berperan sebagai virus corona dalam sosialisasi protokol kesehatan pada Sabtu (22/5/2021). Foto: Fuad Maja FM kepada suarasurabaya.net

Berbagai cara dilakukan Satgas Covid-19 di Kabupaten Mojokerto untuk terus mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan untuk meredam peredaran penyebaran Covid-19. Tak terkecuali polisi.

Pada Sabtu (21/05/2021), Satlantas Polres Mojokerto mengelar acara sosialisasi terhadap pengendara di area Taman Lalu Lintas Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Namun sosialisasi kali ini cukup berbeda. Petugas mengajak sesosok pocong lengkap dengan keranda bertuliskan Korban Covid-19 dengan diiringi dua waria yang berperan sebagai virus corona.

Tak sampai disitu, sosok waria yang memakai helm virus corona ini juga akan menghantui pengguna jalan yang tidak taat protokol kesehatan. Ketika didapati pengguna jalan yang tidak memakai masker, duo waria tersebut akan menghantui mereka dengan duduk diboncengan hingga merangkulnya.

Giat sosialisasi yang dilakukan bersama PMI Kabupaten Mojokerto dan Persaudaraan Driver Seluruh Indonesia (PDSI) ini digelar untuk menyadarkan pentingnya disiplin prokes selama pandemi.

Tak hanya sosialisasi, di momen kali ini petugas juga menggelar aksi treatikal pemakaman korban Covid-19 sesuai prokes. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat akan ganasnya virus corona.

Petugas Satlantas Polres Mojokerjo mengajak sesosok pocong lengkap dengan keranda bertuliskan Korban Covid-19 untuk sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya Covid-19. Foto: Fuad Maja FM untuk suarasurabaya.net

AKP Randi Asdar Kasatlantas Polres Mojokerto mengatakan, pihaknya sengaja membuat edukasi atau sosialisasi dengan membawa sosok pocong dan juga dua aktor virus corona untuk menarik perhatian masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menyadari bahaya dari Covid-19.

Apalagi, pasca lebaran Idul Fitri 1224 H dikhawatirkan adanya penambahan jumlah virus corona di Kabupaten Mojokerto.

“Ini sebagai ikhtiar kita dalam memerangi virus corona di Kabupaten Mojokerto agar tidak menyebar,” ungkapnya seperti yang dilaporkan Fuad reporter Maja FM Mojokerto kepada suarasurabaya.net.

Kata dia, sosialisasi seperti ini tak hanya dilakukan di wilayah Mojosari saja, melainkan akan bergilir ke tempat-tempat lain yang berpotensi adanya kerumunan.

”Bukan hanya di pos penyekatan saja, kami akan lakukan kegiatan serupa di pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Seperti di pasar sampai destinasi wisata seperti di Pacet dan Trawas,” tukasnya.

Sementara itu, Iptu Edy Widoyono Kanit Turjawalai Satlantas Polres Mojokerto menambahkan, pesan dalam giat sosialisasi kali ini tak lepas dari pentingnya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

”Kami sampai membawa ‘pocong’ dan contoh virus seperti ini tujuannya apa? Agar masyarakat tahu bila terpapar Covid-19 akibatnya fatal, bisa meninggal. Kalau sudah meninggal itu penyesalan di belakang hari,” tambah

Kata dia, sosok hantu terpopuler di Indonesia itu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait banyaknya korban jiwa akibat Covid-19.

Dalam giat sosialisasi kali ini petugas sekaligus membagikan masker gratis bagi pengguna jalan tak memakai masker.

Ditambahkannya, pentingnya disiplin menerapkan prokes lantaran pandemi Covid -19 hingga detik ini masih belum berakhir. Layaknya di India, kasus Covid-19 kian merebak. ” Oleh karena itu masih banyak negara besar lainnya melakukan hal yang sama, tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandas Edy.(fad/tin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
32o
Kurs