Kamis, 8 Desember 2022

BMKG Ingatkan Potensi Siklon Tropis di Wilayah Timor dan Laut Arafura Hari Kamis – Minggu

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Dwikorita Karnawati Kepala BMKG dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/12/2021). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya suspek area potensi bibit siklon yang termonitor di laut Timor Arafura dalam beberapa hari ke depan. Ini adalah indikasi awal sebelum benar-benar terjadi bibit siklon bahkan sebelum benar-benar terjadi badai tropis.

Demikian disampaikan Dwikorita Karnawati Kepala BMKG dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/12/2021).

Kata Dwikorita, BMKG menyampaikan informasi ini agar secara lebih dini potensi dampak yang sudah mulai terasa ini dapat di mitigasi atau di antisipasi untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa BMKG melalui pusat peringatan dini siklon tropis atau Tropical Cyclone Warning Center selama 24 jam dalam periode 7 hari ke depan terus melakukan pemantauan potensi terjadinya bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada kondisi cuaca dan gelombang secara signifikan di wilayah Indonesia,” kata Dwikorita.

Menurut dia, berdasarkan analisis dinamika atmosfer Rabu (22/12/2021) pukul 07.00 WIB, Jakarta Tropical Cyclone Warning Center mengidentifikasi adanya peningkatan potensi pembentukan pola sirkulasi siklonal atau pola pusaran angin yang dapat meningkat menjadi suspek area potensi bibit siklon tropis di sekitar perbatasan wilayah laut Timor dan Arafura atau sekitar perairan Selatan kepulauan Tanimbar dalam periode 2 hari ke depan. Hal ini seiring dengan menguatnya pola sirkulasi dari kecepatan angin sistem tersebut.

Kata Dwikorita, suspek area tersebut mempunyai kecenderungan bergerak ke arah selatan hingga barat daya menuju wilayah perairan Australia.

“Siklon menuju wilayah perairan Utara Australia. Dalam 72 jam ke depan, suspek area diperkirakan akan menguat cukup signifikan. Jadi 72 jam atau 3 hari terutama di hari Sabtu (25/12/2021) dan Minggu (26/12/2021) ditandai dengan menguatnya pola sirkulasi dan kecepatan angin di atas 25 knots. Ya 25 knots ini kalikan 1,8 km per jam, jadi kira-kira sekitar 36 atau 35 km per jam. Jadi diperkirakan kekuatan atau kecepatan angin akan melebihi sekitar 35 km per jam di hari Sabtu dan Minggu dengan kemungkinan pusat sistem siklon atau bibit siklon sudah berada di area tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center Australia,” tegas Dwikorita.

“Diperkirakan, apabila nanti terbentuk badai tropis, itu sudah di bawah area tanggung jawab monitoring pihak Australia namun dampaknya secara tidak langsung akan berpengaruh dan dapat menimbulkan hal yang perlu diantisipasi di wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Kemudian berdasarkan pemodelan prediksi BMKG, lanjut Dwikorita, probabilitas potensi menjadi siklon tropis di hari Kamis atau 24 jam ke depan potensinya masih rendah. Namun di hari Jumat atau 48 jam ke depan, potensi meningkat dari rendah hingga sedang. Dan di hari Sabtu 72 jam ke depan potensi meningkat lagi dari sedang hingga tinggi, dan di hari Minggu 96 jam ke depan potensinya diperkirakan menjadi tinggi.

Terkait dengan keberadaan sistem suspek area tersebut, kata dia, BMKG mengeluarkan peringatan dini khusus untuk periode 3 hari ke depan berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Kemudian juga potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Maluku, juga potensi tinggi gelombang dengan ketinggian dapat mencapai 2,5 meter.

“Jadi tepatnya 1,25 hingga 2,5 meter di laut Seram, kemudian juga di perairan Kaimana, perairan kepulauan Aru, perairan kepulauan Sermata hingga Tanimbar, juga di perairan Amamapare di bagian utara dan di laut Arafura. Kemudian juga diprediksi terjadi atau berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter yaitu di laut Flores bagian timur, perairan selatan Bau-Bau hingga kepulauan Wakatobi. Juga di laut Banda perairan selatan pulau Buru hingga pulau Seram dan perairan kepulauan Kai serta perairan Fakfak,” ungkapnya.

BMKG menghimbau agar masyarakat menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak, terutama pada hari Kamis sampai Minggu.

Masyarakat juga diminta menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti di lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai dan daerah rentan lainnya.

“Terutama pada saat disampaikan peringatan dini tadi untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yaitu mulai 24 jam ke depan. Jadi mulai hari Kamis besok himbauan ini berlaku hingga hari Minggu,” ujar Kepala BMKG.

Kemudian BMKG juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk mewaspadai potensi dampak seperti banjir bandang, banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan. Kemudian pihak terkait dimohon terus mengintensifkan koordinasi bersama dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi ataupun bencana musibah akibat gelombang tinggi.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
31o
Kurs