Rabu, 25 Mei 2022

BNPB Menunggu Izin Perhutani Terkait Relokasi Warga Terdampak Bencana Semeru

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Para pengungsi di Desa Sumberwuluh, Kecamanatan Candirejo, Kabupaten Lumajang pada Senin (6/12/2021). Foto: Manda suarasurabaya.net

Letjen TNI Suharyanto Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait soal rencana relokasi warga terdampak Awan Panas Guguran (APG) gunung Semeru.

Bahkan, Suharyanto juga telah melaporkan rencana relokasi ini kepada Joko Widodo (Jokowi) Presiden terkait izin dari Perhutani karena tempat yang akan dipakai sebagai tempat relokasi adalah milik Perhutani.

“Terkait dengan relokasi warga masyarakat, kami koordinasi terus disini. Pak Bupati (Luumajang) sudah menunjuk beberapa tempat. Kami juga sudah lapor ke bapak presiden, ke bapak mensesneg untuk segera mendapat izin dari perhutani yang terkait lahan itu,” ujar Kepala BNPB dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2021).

Menurut Suharyanto, kalau nanti lahan milik Perhutani sudah siap untuk dijadikan tempat relokasi, maka BNPB akan membantu dalam pembangunannya.

“Nah apabila nanti lahan itu sudah siap, kami juga akan membantu dalam pembangunannya,” jelasnya.

Selama masa tunggu dalam pembangunan tempat relokasi, lanjut Suharyanto, pengungsi akan mendapatkan dana yang diberi nama dana tunggu selama enam bulan dari BNPB.

“Untuk selama menunggu itu nanti, pengungsi itu mendapat dana juga yakni Dana Tunggu dari BNPB selama paling tidak enam bulan,” ungkap dia.

“Nanti kami akan atur sedemikian rupa fungsi-fungsi itu dititipkan ke keluarganya. Nanti keluarganya itu mendapat dana tunggu sampai rumahnya betul-betul jadi,” imbuhnya.

Kemudian untuk rumah yang masih bisa ditempati tapi kondisinya rusak berat, kata Suharyanto, akan mendapat bantuan Rp50 juta dari BNPB, yang rusak sedang itu Rp25 juta, kemudian yang rusak ringan Rp10 juta.
Tetapi, untuk yang yang sudah tidak bisa ditempati lagi, akan dibangunkan kembali di lahan yang baru atau di tempat relokasi itu.

Untuk status tanggap darurat, menurut Kepala BNPB, ditambah 14 hari lagi, karena ada 9 orang masih dicari yang kemungkinan menjadi korban APG gunung Semeru.

“Kemudian status tanggap darurat ini masih diberlakukan sampai dengan beberapa waktu ke depan. Kami kemarin memperpanjang untuk pencarian karena 7 hari tidak bisa menemukan yang sembilan orang ini, sehingga kami tambah menjadi 14 hari. Apakah ada hasilnya setelah 14 hari, kami akan informasikan kemudian,” pungkas Suharyanto.(faz/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
28o
Kurs