Rabu, 6 Juli 2022

Sembilan Orang Korban Awan Panas Guguran Semeru Masih Hilang

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Tim SAR Gabungan mengevakuasi salah satu jenazah korban APG Semeru, Jumat (10/12/2021). Foto: Istimewa

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) di bawah koordinasi Badan SAR Nasional (Basarnas), masih melakukan proses pencarian korban awan panas guguran Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Abdul Muhari Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, hari Sabtu (11/12/2021), Tim SAR fokus melakukan pencarian di tiga sektor.

Tim yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan warga dibagi menjadi empat grup.

Tiga grup fokus mencari di tiga sektor, dan satu grup bersiaga untuk evakuasi dan membantu pendataan warga terdampak bencana.

Grup pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan. Lalu, grup dua di daerah tambang Pasir H Satuhan, dan grup ketiga di Dusun Keboneli dan Kampung Renteng.

“Dari hari pertama pencarian sampai petang hari ini, pukul 18.00 WIB atau hari kedelapan, Tim SAR gabungan sudah menemukan 46 korban meninggal dunia,” ujarnya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/12/2021).

Sementara, sembilan orang masih berstatus hilang, 18 orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.

Berdasarkan data, jumlah warga yang mengungsi sampai sekarang sebanyak 9.118 orang, terdiri dari 4.435 laki-laki, dan 4.683 perempuan.

Baca juga: Tiga Jenazah Ditemukan di Area Tambang, Korban Meninggal APG Semeru Jadi 46 Orang

BNPB bersama para relawan membantu proses pendataan di lapangan sehingga bisa memilah data khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan hamil dan menyusui, serta anak-anak.

Muhari menambahkan, para penyintas tersebar di 115 titik pos pengungsian, di antaranya terpusat di 18 titik yang ada di Kecamatan Pasirian 6 titik yang menampung 2.081 orang, Candipuro 8 titik menampung 3.538 orang, dan Pronojiwo 4 titik menampung 1.056 orang.

Sebanyak 94 titik lain tersebar di Kabupaten Lumajang, di antaranya Sukodono 10 titik menampung 334 orang, Sumbersuko 8 titik (312 orang), Lumajang 12 titik (380 orang), Yosowilangun 4 titik (70 orang), dan Pasrujambe 2 titik (197 orang).

Selanjutnya, Randuagung 9 titik (52 orang, Senduro 7 titik (131 orang), Tekung 4 titik (68 ora g), Jatiroto 4 titik (90 orang), Kunir 5 titik (171 orang), Klakah 7 titik (55 orang), Kedungjajang 9 titik (61 orang), Gucialit 2 titik (15 orang), Tempusari 1 titik (21 orang), Padang 4 titik (205 oramg), Ranuyoso 1 titik (31 orang) dan Rowokangkung 5 titik (60 orang).

Sedangkan warga mengungsi di luar Lumajang berada di Kabupaten Malang 2 titik (179 orang) dan Probolinggo 1 titik (11 orang).

Dalam upaya penanganan darurat, pemerintah daerah mengaktivasi pos komando (posko) yang berlokasi di Kecamatan Pasirian.

Posko Penanganan Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Erupsi Gunung Semeru didukung dua Pos Sub Satgas I (Lumajang) yang berada di Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro dan Pos Sub Satgas II (Malang) di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Selain melakukan operasi pencarian dan pertolongan, posko juga memberikan pelayanan kepada warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana yang terkena abu vulkanik.

Dalam melayani warga, posko utama tanggap darurat di Lumajang membuka pusat layanan atau call center di nomor 081234570077.

Cara itu diharapkan bisa membantu warga yang membutuhkan dukungan pelayanan selama masa tanggap darurat sampai tanggal 17 Desember 2021.(rid/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs