Minggu, 5 Desember 2021

Dekan FK se-Jatim Buat Pernyataan Sikap Hadapi Covid-19

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi Covid-19. Grafis: suarasurabaya.net

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) se-Jawa Timur membuat pernyataan sikap menghadapi pandemi Covid-19 yang berkelanjutan hingga 2021, melalui sebuah rapat yang digelar secara virtual, Sabtu (9/1/2021).

Pernyataan sikap menghadapi Covid-19 tersebut dibuat oleh 13 pimpinan FK se-Jatim yakni FK Universitas Airlangga, FK Universitas Brawijaya, FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, FK Universitas Hang Tuah, FK Universitas Negeri Jember, FK Universitas Muhammadiyah Malang dan FK Universitas Islam Malang.

Selain itu,  FK Universitas Katolik Widya Mandala, FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, FK Universitas Ciputra, FK Universitas Surabaya, FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan FK Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prof. dr. Budi Santoso, SpOG Dekan FK Unair mengatakan pernyataan sikap tersebut berisi keprihatinan dan duka cita atas meningkatnya kasus Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa baik pada tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di Indonesia.

“Kami juga mengapresiasi dan mendukung seluruh tenaga kesehatan baik medis maupun non-medis yang telah berjuang dalam penanganan kasus Covid-19,” kata Budi, dilansir Antara.

Dalam pernyataan sikap ini juga mengimbau kepada para tokoh masyarakat untuk tetap menjadi panutan kepada komunitasnya dalam hal pencegahan penularan dan penanganan Covid-19.

“Kami juga mendorong kepada masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin serta senantiasa menerapkan protokol ‘5M’ (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi),” ujarnya.

Melalui pernyataan sikap itu para pimpinan. FK se-Jatim juga mendukung upaya pemerintah dan mendorong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan “3T” (test, trace, treat) dan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Terakhir, mengimbau kepada seluruh institusi pendidikan untuk tetap mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Gerakan yang dilakukan 13 dekan ini merupakan gerakan moral, menyatukan pendapat, yang menjadi sasaran kami adalah tentu masyarakat untuk kita himbau tetap melaksanakan ‘5M’, ‘3T’,” ucapnya.

Meski merupakan gerakan moral, Prof. Budi menyebut pernyataan sikap ini diharapkan mampu untuk memberikan motivasi agar semua lapisan masyarakat mau, melakukan yang terbaik dalam penanggulangan Covid-19.

Imbauan ini akan disebarkan secara resmi ke instansi-instansi, stakeholder, pemuka agama dan tokoh masyarakat.

Sementara itu, dr. Handayani Dekan FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang hadir dalam forum tersebut mengungkapkan dukungan dan imbauan dari pernyataan para dekan FK ini bukan sesuatu yang membutuhkan gerakan.

Menurutnya, sudah ada lembaga-lembaga yang secara langsung memiliki otoritas dari pemerintah di tiap provinsi dan kabupaten untuk menangani Covid-19. Setiap institusi juga telah memiliki Satgas Covid-19.

“Tetapi meskipun sudah diatur sedemikian rupa ternyata kasusnya masih tetap meningkat, bahkan kematiannya tetap tinggi. Sehingga kami merasa perlu untuk menambahi lagi. Istilahnya menambahi power dari apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah maupun tokoh-tokoh masyarakat sekarang ini,” ujarnya. (ant/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 5 Desember 2021
30o
Kurs