Kamis, 7 Juli 2022

Densus 88 Sita Bendera Tauhid dan Golok di Rumah Terduga Teroris Mojokerto

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Lokasi penangkapan terduga teroris di sebuah rumah kos Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Foto: Fuad Maja FM untuk suarasurabaya.net

Tim Detasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) menyita bendera tauhid, golok, peralatan naik gunung, HP, dan komputer di kediaman M terduga teroris di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto, Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tadi yang dibawa banyak, ada alat gunung, HP saya (Istri.Red), karena saya itu komunitas pendaki muslim,” ungkap TU Istri M terduga teroris saat dikonfirmasi Fuad reporter Maja FM di rumahnya di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri.

Dirinya sempat kaget saat anggota Densus 88 mendatangi rumahnya, dengan tiba tiba anggota melakukan pengeledahan. Saat itu dirinya sedang beristirahat bersama anaknya.

Hingga kini, dirinya mengaku tidak mengetahui keberadaan sangat suami. Hanya saja dia mengaku dalam sehari hari M (Suami, Red) berjualan parfum dan cat secara online.

“Kaget, tiba-tiba datang ginian biasanya (suami,Red) di rumah dan tidak kos. Tiap hari di rumah. Kalau di sana (Jabon,Red) itu tempat ambil barang jualan parfum,” jelasnya.

Dia juga mengaku tak pernah terlibat dalam jaringan teroris. Dalam sehari-hari dirinya hanya beraktivitas sebagai seorang guru di salah satu pondok pesantren.

Selain HP dan peralatan naik gunung, dirinya juga menyebut petugas juga menyita buku rekening miliknya dan sebuah golok hingga bendera hitam bertuliskan tauhid.

“Saya gak tahu kenapa alat-alat gunung dibawa. Buku rekening, golok dan bendera tauhid juga dibawa. Kalau golok itu gak pernah digunakan itu dikasih sama teman hanya biasanya digunakan ke kebun sama barang seperti hardisk,” ucap istri M yang diketahui warga Kota Mojokerto.

Menurut dia, bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid itu merupakan bendera miliknya sendiri untuk digunakan secara pribadi.

“Bendera itu biasanya saya bawa saat naik gunung saja,” tandanya.

Sementara itu AKBP Dony Aleksander Kapolres Mojokerto saat dikonfirmasi membenarkan adanya penagkapan terduga teroris di wilayah hukumnya.

“Benar, itu Tim Densus 88 Polri bersama Polda Jatim dan di bantu dari Polres Mojokerto,” tandasnya.(fad/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
28o
Kurs