Senin, 4 Juli 2022

Distribusi Tahap Awal, Pemerintah Pusat Kirim 77 Ribu Vaksin Sinovac untuk Jatim

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Mobil boks bertulisan vaksin produksi PT Biofarma Bandung sudah terparkir di halaman Kantor Dinkes Jatim, Senin (4/1/2021). Foto: Denza suarasurabaya.net

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan pengiriman tahap pertama Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, hari Minggu (3/1/2021).

Pengiriman ratusan ribu dosis vaksin dari Pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, menandai proses awal distribusi Vaksin Sinovac ke seluruh wilayah Indonesia.

Bambang Heriyanto Juru Bicara PT Bio Farma mengatakan, proses pengiriman vaksin tahap pertama dilakukan mulai tanggal 3 Januari, dengan target selesai 7 Januari 2021.

Dalam pengiriman tahap pertama, PT Bio Farma selaku distributor mengirim vaksin produksi perusahaan China tersebut untuk 13 provinsi.

Masing-masing, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua.

Jawa Timur menjadi daerah yang mendapat pasokan vaksin paling banyak yaitu 77.760 dosis, dan Jawa Tengah mendapat 62.560 dosis.

Kemudian, Lampung mendapat 40.520 dosis, dan Sumatera Barat 36.920 dosis vaksin.

Juru Bicara PT Bio Farma mengatakan vaksin untuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten bisa sampai di tujuan hari ini. Sedangkan untuk daerah lain, vaksin ditargetkan tiba tanggal 5 Januari.

Khusus Sulawesi Barat, vaksin Sinovac dijadwalkan tiba paling lambat 7 Januari 2021.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyatakan sudah menyiapkan sebanyak 2.404 orang vaksinator, yang akan bertugas di 968 Puskesmas seluruh Jawa Timur.

Para vaksinator terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang sudah mendapatkan pelatihan penyuntikan Vaksin Covid-19.

Selain itu, Pemprov Jatim juga sudah menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan vaksin di dalam ruangan bersuhu antara minus 2 sampai minus 8 derajat celcius.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan Program Vaksinasi Nasional yang akan dilaksanakan dua tahap, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

Tahap pertama, rencananya dilaksanakan pertengahan Januari sampai April 2021, dengan prioritas 1,3 juta petugas kesehatan dan 17,4 juta petugas publik.

Tahap kedua, mulai April 2021, untuk 63,9 juta masyarakat rentan atau risiko penularan tinggi.

Program vaksinasi baru bisa dilaksanakan sesudah kandidat Vaksin Covid-19 mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM sampai sekarang belum mengeluarkan izin, karena masih menunggu laporan hasil uji klinis tahap tiga Vaksin Sinovac, dari Tim Riset Uji Klinis Vaksin Virus Corona Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.(rid/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 4 Juli 2022
28o
Kurs