Kamis, 22 April 2021

Eri Cahyadi Minta Disparta Munculkan Lagi Aktivitas Musik tapi Minim Penonton

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Pemain Band Parade Seni Budaya Surabaya. Foto: Istimewa

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengaku sudah meminta Antiek Sugiharti Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya untuk memunculkan kembali aktivitas musik di Surabaya.

“Saya sudah sampaikan ke Bu Antiek, munculkan lagi musik-musik. Munculkan lagi tapi penontonnya dibatasi. Kalau belum memungkinkan, jangan dikasih penonton. Nanti YouTube-nya kami yang buat,” ujarnya.

Kegiatan musik atau seni lainnya di Surabaya, kata Eri, bisa Pemkot Surabaya sediakan di Balai Pemuda, juga di taman yang ada di Kota Pahlawan. Namun, situasi Pandemi benar-benar jadi pertimbangan.

Apalagi, sudah ada Instruksi Menteri Dalam Negeri yang memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro, termasuk di Surabaya. Sesuai Inmendagri itu, kegiatan yang berpotensi kerumunan untuk sementara ditiadakan.

“Nanti acara itu kami sebar ke YouTube. Mungkin bisa dengan bantuan SS (Suara Surabaya) juga. Nanti kami akan memberikan gaji kepada seniman musik itu,” katanya kepada suarasurabaya.net.

Pernyataan itu dia sampaikan untuk menanggapi pertanyaan soal kemajuan revitalisasi dan upaya membangkitkan Taman Hiburan Rakyat dan Taman Remaja Surabaya sebagai Pusat Seni terintergrasi.

“Kemarin sebenarnya sudah ada pembangunan. Tapi karena Covid-19, yang terkait pusat seni itu kami kurangi dulu. Karena memang berat buat saya hari ini mengutamakan yang mana,” kata Eri.

Eri mengaku, bangunan pusat seni di THR maupun eks TRS itu untuk saat ini tidak terlalu mendesak. Eri bilang, dia harus mengutamakan pembangkitan ekonomi masyarakat Surabaya.

“Jadi, saya harus mengutamakan rakyat saya dulu supaya bisa bekerja mendapat penghasilan untuk menghidupi keluarganya, atau saya mengutamakan sesuatu prasasti yang nama saya akan terlihat bagus?” Tanyanya.

Prasasti namanya yang akan ada pada bangunan pusat seni Surabaya di THR dan TRS itu, menurutnya tidak penting. Dia lebih mengutamakan kebahagiaan masyarakatnya.

“Buat saya, kalau saya membangun sesuatu tapi masyarakat saya masih membutuhkan pekerjaan, itu tidak pas dengan hati nurani saya. Jadi, InsyaAllah saya harus tunda dulu,” katanya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Kamis, 22 April 2021
27o
Kurs