Jumat, 20 Mei 2022

Gus Muhdlor Pastikan Obat Perawatan Pasien Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Lengkap

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo dalam kunjungan ke PT. Interbat bersama Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim, Selasa (13/7/2021). Foto: Istimewa

Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) Bupati Sidoarjo memastikan obat bagi perawatan kesembuhan pasien Covid-19 masih lengkap. Tidak ada kendala dalam pemenuhan obat perawatan pasien Covid-19 yang berada di rumah sakit rujukan Covid-19.

Namun dirinya tidak menampik ada beberapa obat bagi perawatan kesembuhan Covid-19 impor yang agak susah didapat seperti Actemtra.

“Tidak ada kendala, namun ada beberapa obat import yang negara-negara lain juga berebut kayak actemra itu agak susah didapat. Tapi di Sidoarjo kita cek masih lengkap misalkan azitromisin masih ready maupun obat anti virus lainnya,” ucap Gus Muhdlor, dalam kunjungan ke PT. Interbat bersama Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim, Selasa (13/7/2021).

Dalam kesempatan itu Muhadjir Effendy bilang, kondisi ketersediaan obat di Jawa Timur sudah cukup bagus. Distribusinya ke daerah lain dinilainya juga baik. Namun diketahuinya ada salah satu jenis obat import bagi perawatan pasien Covid-19 yang jumlahnya terbatas. Untuk itu dirinya akan segera mengelar rapat untuk membahas permasalahan tersebut.

“Secara umum kondisi ketersediaan obat cukup bagus,” kata Menko PMK tersebut.

Muhadjir Effendy juga memastikan produksi obat bagi perawatan pasien Covid-19 yang diproduksi industri farmasi di Kabupaten Sidoarjo masih aman. Dari pantauannya, produksinya melimpah. Salah satu jenis obat azitromisin yang masih terus diproduksi oleh PT. Interbat. Untuk itu masyarakat diminta tidak cemas terkait keberadaan obat tersebut.

“Azitromisin sangat melimpah, tidak ada masalah,”ujarnya.

Muhadjir Effendy meminta pelaku usaha farmasi tidak melakukan penimbunan obat. Apalagi obat yang berkaitan dengan penyembuhan Covid-19.

Dia meminta pengusaha obat maupun pedagang obat untuk tidak memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengambil keuntungan yang berlebihan agar upaya memerangi pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah tidak mengalami kendala.

“Pelaku usaha obat mulai dari produksinya sampai pedagang ecerannya janganlah memanfaatkan orang yang sedang susah ini, Indonesia yang sedang susah ini untuk memgambil keuntungan,” pintanya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
26o
Kurs