Rabu, 8 Desember 2021

Gus Yani Kebut Pengendalian Banjir Kali Lamong

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) Bupati Gresik saat live talkshow Collabo Leaders: Thre3 Mas Kada di Suara Surabaya Centre, Senin (8/3/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Progres pengendalian banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik mulai menuai titik terang. Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) Bupati Gresik mengatakan, segera menerbitkan keputusan Bupati sebagai dasar pembebasan lahan untuk tapak tanggul menggunakan Rp30 miliar anggaran APBD 2021.

Komitmen Gus Yani menangani banjir luapan Kali Lamong ini setelah beberapa kali melakukan studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Sekadar diketahui, bertahun-tahun Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Cerme, selalu banjir ketika kali lamong meluap. Selama ini belum pernah ada langkah konkrit. Sebelum pemerintahan Gus Yani, Pemkab Gresik sebenarnya sudah menganggarkan pembebasan lahan guna tapak tanggul, tapi anggaran itu selalu menjadi SILPA APBD alias tidak terserap.

“Saya akan menerbitkan keputusan Bupati tentang penetapan lokasi tapak tanggul yang sesuai aturan untuk pembebasan lahan di bawah 5 hektar menjadi kewenangan Kabupaten Gresik dan menjadi kewenangan Bupati,” ujar Gus Yani kepada suarasurabaya.net, Rabu (7/4/2021).

Gus Yani mengatakan, setelah terbit keputusan itu maka dilanjutkan pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Dinas Pertanahan sebagai dasar apraisal harga tanah. Setelah itu, dilaksanakan pembebasan tanah yang anggarannya ditanggung APBD Kabupaten Gresik tahun 2021 sebesar 30 miliar untuk awal pembebasan tapak tanggul.

Sedangkan tanggung jawab pembangunan tanggul kata Gus Yani, ditanggung Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) dengan anggaran Rp98 miliar di tahun 2021.

InsyaAllah pemenang lelang akan ditetapkan oleh pejabat pembuat komitmen BBWS pada akhir April ini,” kata Gus Yani.

Menurut Yani, BBWS akan mengerjakan tanggul mulai dari Desa Jono sampai dengan Desa Tambak Beras Kecamatan Cerme dan pembuatan tanggul pintu air di Desa Moro Udi, serta pintu air sudetan sungai di Desa Sukoanyar dengan total lahan yang dibutuhkan tahap pertama sekitar 4,51 hektar.

“Saya berharap masyarakat menambah sabarnya mudah-mudahan pengendalian banjir Kali Lamong kita mulai dan menjadi titik nol. Semoga progres penanganan banjir kali Lamong bisa berjalan terus sampai selesainya tanggul sebesar 60 kilometer yang ada di Gresik. Butuh waktu, butuh tahapan yang akan konsisten kita lakukan untuk Gresik baru yang berkemajuan,” katanya. (bid/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
24o
Kurs