Rabu, 20 Oktober 2021

Hari Ketiga PPKM Darurat, Mobilitas di Surabaya Turun Tapi Tidak Siginifikan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Komisaris Besar Polisi Johnny Eddizon Isir Kapolrestabes Surabaya. Foto: dok. suarasurabaya.net

Hingga hari ketiga PPKM Darurat, Senin (5/7/2021), tingkat mobilitas di Surabaya sudah menunjukkan penurunan namun belum signifikan.

Komisaris Besar Polisi Johnny Eddizon Isir Kapolrestabes Surabaya menyampaikan itu kepada Radio Suara Surabaya, Senin (5/7/2021).

“Kami melihat laju mobilitas lumayan menurun, tapi tidak siginifikan. Ingginnya kan signifikan selama 18 hari ini,” katanya.

Agar penerapan PPKM Darurat di Kota Surabaya dapat berjalan optimal, pihaknya terus melakukan tiga langkah penanganan.

Di antaranya patroli tempat makan dan warung kopi, mendorong perusahaan/instansi non esensial agar karyawannya bekerja dari rumah, serta percepatan vaksinasi.

Untuk para pengusaha tempat makan dan warung kopi, dia ingatkan agar kursi dan meja disingkirkan. Karena sampai 20 Juli ke depan, makan di tempat ditiadakan.

Dia menegaskan PPKM Darurat hanya membolehkan layanan pesanan makan untuk dibawa pulang atau take away.

Ia menekankan para pemilik usaha untuk memiliki kesadaran itu, sehingga tidak harus menunggu patroli dari petugas Satgas.

“Kami imbau, bangku-bangku disingkirkan, disimpan. Kalau ada kita ketahui, akan kita tindak. Ayo pelaku usaha, jangan menunggu dioyak-oyak, harus ada kesadaran sendiri,” ujarnya.

Kedua, yakni meminta kesadaran para pimpinan perusahaan atau instansi, untuk mendorong karyawannya bekerja dari rumah.

Kecuali perusahaan di sektor esensial seperti apotek, supermarket atau toko bahan makanan. Sehingga, laju mobilitas masyarakat Surabaya dari lini pekerja bisa terus ditekan.

“Jadi, ayo para bos-bos, manajer, kepala kantor, ora usah nunggu disuruh-suruh, langsung laksanakan,” kata Kombes Pol Isir.

Langkah ketiga, yakni mendorong percepatan vaksinasi untuk pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurut Isir, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menargetkan minimal, ada 20 ribu orang yang divaksin setiap harinya.

Namun dia sendiri menginginkan jumlah vaksinasi di Surabaya dapat mencapai 500 ribu saat PPKM Darurat selesai.

Ia juga mengingatkan, vaksinasi jangan hanya berdasarkan waktu. Semua warga yang datang karena ingin divaksin, harus tetap dilayani.

Dia juga mengingatkan agar kegiatan vaksinasi perlu pengaturan yang baik agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi menjadi klaster baru.

“Vaksinasi jangan terpengaruh jam, kalau ada warga yang datang sampai malam, tetap dilayani. Jangan malah disuruh pulang, disuruh kembali besok. Mereka itu sudah mau datang. Di Polrestabes kalau vaksin habis, kita minta lagi ke Dinkes. Itu yang namanya komitmen,” tegasnya.(tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
27o
Kurs