Selasa, 5 Juli 2022

Kasus Covid-19 dan Kematian Meningkat Signifikan Jelang Pekan Kedua Pascalebaran

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19. Foto: dok. suarasurabaya.net

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan,  peningkatan kasus baru di Tanah Air secara signifikan mulai terlihat memasuki pekan kedua pascalebaran.

Data perkembangan penanganan per tanggal 23 Mei 2021 mencatat, terjadi kenaikan jumlah kasus positif, kasus kematian, dan adanya penurunan angka kesembuhan.

“Dilihat berdasarkan daerahnya, penambahan kasus baru terjadi di daerah yang merupakan tujuan mudik dan arus balik,” ujarnya di Di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Menurut Profesor Wiku, penambahan kasus itu adalah alarm bagi seluruh elemen masyarakat. Sebab, peningkatan signifikan mulai terlihat pada pekan pertama sesudah Idulfitri 1442 Hijriah.

“Kenaikan kasus positif pekan ini mencapai 36,1 persen. Penambahan itu kontribusi dari lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi,” ungkapnya.

Jawa Barat naik 2.221 kasus, dari 5.782  menjadi 8.003. DKI Jakarta naik 1.240 kasus, dari 3.561 menjadi 4.801 kasus. Kemudian Sumatera Barat naik 959 kasus, dari 1.086 menjadi 2.045 kasus, Jawa Tengah naik 948 kasus dari 2.739 menjadi 3.687 kasus, dan Aceh naik 561 kasus, dari 419 menjadi 980 kasus.

Dari lima provinsi itu, penambahan signifikan terjadi di daerah tujuan mudik seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah, serta provinsi tujuan arus balik DKI Jakarta.

Sama halnya dengan kasus kematian akibat Covid-19 yang meningkat sebesar 13,8 persen. Kontribusi tertinggi berasal dari dari Jawa Barat yang naik 41 kasus kematian, dari 83 kasus menjadi 124 kasus.

Sementara, kasus kematian akibat Covid-19 di Sumatera Barat juga naik 27 kasus, 29 kasus menjadi 56 kasus; Sumatera Selatan naik 26 kasus dari 40 kasus jadi 66 kasus; Aceh naik 24 kasus dari 18 kasus jadi 42 kaus, dan Jawa Tengah naik 23 kasus, dari 256 kasus menjadi 279 kasus.

Lima provinsi dengan peningkatan kasus kematian juga didominasi daerah tujuan mudik dan tujuan arus balik.

Sementara, kasus sembuh secara nasional menurun 2,7 persen. Tapi, ada lima provinsi yang angka kesembuhannya naik. Di antaranya Jawa Barat naik 1.985 kasus (6.647 jadi 8.442), Sumatera Barat naik 745 kasus (1.025 jadi 1.770), Banten naik 667 kasus (297 jadi 964), Nusa Tenggara Timur naik 346 kasus (432 jadi 778), dan Sumatera Selatan naik 215 kasus (687 jadi 902).

“Penambahan kasus baru akibat tingginya mobilitas masyarakat pada masa lebaran diperkirakan akan terus terjadi sampai pertengahan Juni 2021,” kata Wiku Adisasmito Jubir Satgas Covid-19.

Sebagai antisipasi membludaknya pasien, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kesiapan rumah sakit dan fasilitas karantina.

Pemerintah daerah juga harus memastikan tercukupinya sumberdaya dan tenaga kesehatan, serta terus meningkatkan testing bagi warga yang melakukan perjalanan lintas daerah selama masa mudik lebaran.

Khusus untuk masyarakat yang baru pulang dari mudik, Satgas Covid-19 mewajibkan karantina mandiri 5×24 jam untuk mencegah potensi penularan Virus Corona.(rid/den)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
27o
Kurs