Rabu, 8 Desember 2021

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaster Keluarga Paling Banyak di Surabaya

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Grafis: Didik suarasurabaya.net

dr Meivy Isnoviana anggota Satgas Covid-19 IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Surabaya mengatakan, ada peningkatan kasus Covid-19 di Surabaya.

Hal itu terlihat dari kondisi rumah sakit di Surabaya saat ini, yang sebagian besar sudah penuh. Bahkan ada pasien yang harus mengantre, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Fenomena ini karena kejenuhan masyarakat. Kalau saya amati, mulai abai untuk melakukan protokol kesehatan,” kata dr Meivy, saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (5/1/2021).

Klaster keluarga, kata dia, menjadi yang terbanyak dalam kasus Covid-19 di Surabaya. Menurut dr Meivy, kurangnya kesadaran masyarakat membuat angka penyebaran Covid-19 di tanah air terus bertambah, terutama di lingkungan keluarga.

Padahal keluarga memiliki peran untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di antaranya, saling mengingatkan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dan melakukan deteksi dini, apabila ada anggota keluarga yang mulai mengalami gejala.

“Sepertinya masyarakat kalau belum kena, gak akan sadar Covid-19 ada. Saya mengalami sendiri. Tante saya kena Covid-19 dan meninggal dunia. Itu karena sepupu saya gak aware dengan gejala yang ada. Dikira batuk biasa seperti kayak biasanya. Nah itu yang harus sekarang ini gak bisa disamakan dengan batuk kayak dulu. Minimal cek ke dokter dan rapid test antigen,” ujarnya.

dr Meivy pun mengingatkan kembali untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker. Tidak hanya pada saat keluar rumah saja, masker juga digunakan saat di dalam rumah. Misal ketika berkunjung ke rumah seseorang atau sedang menerima tamu di rumah.

“Artinya masker jangan dilepas-lepas. Tante saya itu tidak pernah keluar rumah. Tapi tamu yang berkunjung melepas masker. Sebaiknya, bertamu sekalipun harus menggunakan masker,” kata dia.

dr Meivy mengungkapkan, total dokter di Surabaya yang terpapar Covid-19 sebanyak 30 orang. Kemudian 10 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Untuk itu, dr Meivy mengimbau agar protokol kesehatan dijalankan, mengingat adanya keterbatasan fasilitas kesehatan beserta tenaga medis.

“Itu data mulai Maret-Desember 2020 (dokter yang meninggal dan terpapar, red). Ada yang sudah sembuh, ada yang masih isolasi. Yang pasti sekarang RS di Surabaya penuh dengan pasien Covid-19. ICU juga terbatas. Ayo jangan lupa patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
25o
Kurs