Jumat, 22 Januari 2021

Klaster Keluarga Dominasi Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Batu

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Dewanti Rumpoko Walikota Batu. Foto: Humas Kota Batu

Pemerintah Kota Batu menyatakan bahwa penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kota Batu yang saat ini kembali masuk pada zona merah penyebaran virus corona, berasal dari penyebaran pada lingkungan keluarga.

Dewanti Rumpoko Wali Kota Batu mengatakan bahwa sebaran virus corona di wilayah Kota Batu, bukan disebabkan karena adanya kunjungan wisatawan yang datang di kota tersebut, namun berasal dari penyebaran klaster keluarga.

“Perlu diingat, bukan dari pariwisata, akan tetapi berasal dari klaster keluarga,” kata Dewanti, dalam keterangan tertulis yang dilaporkan Antara, Jumat (4/12/2020).

Dewanti menambahkan, pihaknya mengajak seluruh satuan tugas penanganan Covid-19 mulai dari tingkat dusun, untuk bisa mengingatkan masyarakat Kota Batu, terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah.

Jika didapati masih banyak masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah, lanjut Dewanti, pihaknya akan meminta para aparat untuk melakukan penindakan terkait pelanggaran protokol kesehatan.

“Kalau masih tidak menurut, aparat TNI, dan Polres Batu akan bertindak,” kata Dewanti.

Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, Kota Batu kembali masuk pada zona merah penyebaran Covid-19. Tercatat, total kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 799 orang, dengan penambahan sebanyak 33 kasus pada 3 Desember 2020.

Salah satu wilayah yang menjadi tempat penyebaran Covid-19 adalah di Desa Tlekung, dan Desa Songgokerto, Kota Batu. Warga yang sakit, enggan dirawat di rumah sakit, dan ada interaksi dengan masyarakat lain.

Sementara itu, AKBP Catur Cahyono Wibowo Kapolres Batu menambahkan, pihaknya akan melakukan operasi yustisi dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran warga Kota Batu, terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah.

“Sesuai arahan pimpinan, kami akan menegakkan operasi yustisi, menegakkan kedisplinan masyarakat, dan ini perlu kerja sama dari semua pihak,” kata Catur.

Dari total keseluruhan sebanyak 799 kasus konfirmasi positif di Kota Batu, sebanyak 649 orang telah dinyatakan sembuh, 74 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Trailler vs Pick Up di Tol

Tambak Mayor Macet

Truk Naik Pembatas Jalan

Truk Mogok di Manyar Gresik

Surabaya
Jumat, 22 Januari 2021
28o
Kurs