Jumat, 3 Desember 2021

Kemenkes Gunakan Nilai Cycle Treshold untuk Melacak Penyebaran Virus Corona Varian Delta

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi tes swab Covid-19. Grafis: suarasurabaya.net

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan mengatakan, ada perubahan metode yang dilakukan pihaknya untuk melacak penyebaran Virus Corona varian Delta di berbagai wilayah Indonesia.

Kalau sebelumnya Kementerian Kesehatan memakai metode Whole Genome Sequencing (WGS), sekarang pemerintah memperhatikan nilai Cycle Treshold (CT) tes PCR orang yang positif Covid-19.

Nilai CT merupakan indikator yang dipakai untuk menentukan kadar virus di dalam tubuh seseorang yang diambil sampelnya.

Semakin rendah nilainya, jumlah virus yang ada di tubuh semakin banyak. Sebaliknya, kalau nilai CT tinggi, berarti jumlah virus di dalam tubuhnya sedikit.

Menkes bilang, berdasarkan penelitian di Inggris, ciri-ciri Varian Delta, antara lain nilai CT yang rendah (di bawah 20). Kemudian, waktu penularan, kesembuhan serta keparahannya juga lebih singkat.

Karena hasil pemeriksaan WGS terlalu lama prosesnya dan masih langka di luar Jawa-Bali, lanjut Budi Gunadi, pemerintah akan mengalihkan fokus pada nilai CT hasil tes PCR mayoritas pasien di suatu daerah.

Daerah yang rata-rata nilai CT penduduknya rendah, hampir bisa dipastikan sudah terjangkit Virus Corona varian Delta.

Dengan begitu, Kementerian Kesehatan bisa melakukan persiapan yang lebih baik untuk mengantisipasi kecepatan penyebaran varian virus dari India.

“Dengan menggunakan komparasi seperti itu, kita bisa menduga bahwa daerah-daerah yang rata-rata CT minimalnya rendah kemungkinan sudah dimasuki Delta. Sehingga, kita bisa melakukan persiapan yang lebih baik dalam rangka mengantisipasi Delta yang lebih cepat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Berdasarkan data, mayoritas nilai CT warga DKI Jakarta, Kudus, dan Bangkalan di bawah 20. Di Sumatera Barat, 63 persen nilai CT warga yang terinfeksi juga di bawah 20.

Lebih lanjut, Budi mengatakan dalam waktu dekat, pemerintah akan menampilkan nilai CT pasien dari pemeriksaan swab PCR, ke dalam sistem terintegrasi New All Record Kemenkes.

“Sekarang setiap uji PCR, CT value harus dimasukkan ke sistem. Sebelumnya memang belum dimasukkan ke sistemnya Kemenkes. Itu kami lakukan supaya bisa mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi penyebaran Delta,” tegasnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan mengungkapkan sejauh ini sudah ada 553 kasus mutasi virus SARS-CoV-2 dari enam jenis varian yang teridentifikasi di Indonesia hasil pelacakan metode WGS.

Data per tanggal 6 Juli, ada 51 kasus infeksi Virus Corona varian Alpha, 57 kasus Beta, 436 kasus varian Delta, dua kasus inveksi virus varian Iota, lima kasus varian Eta, dan dua kasus infeksi varian Kappa.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs