Rabu, 21 April 2021

Khofifah Gubernur Terima Audiensi AMSI Jatim Jelang Pelantikan Pengurus Baru

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Para pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (24/2/2021). Foto: Istimewa

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menerima audiensi para pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (24/2/2021).

Arief Rahman Ketua AMSI Jatim mengungkapkan, pelantikan pengurus baru periode 2020-2023 berlangsung pada akhir Maret mendatang.

“Alhamdulillah kita sudah diterima oleh Gubernur Jatim terkait dengan rencana pelantikan AMSI Wilayah Jatim yang Insya Allah akan dilakukan Maret,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Arief menyebut jika Gubernur Khofifah menyatakan kesiapan menghadiri pelantikan.

“Ya, nanti tinggal nunggu jadwal pelantikan dan ibu gubernur menyampaikan siap untuk ikut. Memang ya kita paham kesibukannya banyak sekali dan banyak agenda mendadak,” jelasnya.

AMSI Jatim, jelas Arief, akan membangun kebersamaan kolaborasi antara media siber dengan Forkopimda Jatim.

Para pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (24/2/2021). Foto: Istimewa

Selain kehadiran gubernur pada pelantikan nanti, AMSI Jatim akan menghadirkan Kapolda dan Pangdam untuk bisa bersama-sama menyamakan persepsi dan juga menyatukan langkah. Antara lain menjaga kondusifitas dan menjaga kekuatan modal sosial di masyarakat agar tidak tercerai-berai dengan banyaknya berita hoaks.

“Karena kita ini sedang mengalami multi krisis. Mulai krisis kesehatan hingga krisis ekonomi. Jangan sampai kemudian kita juga mengalami krisis kepercayaan di antara masyarakat dengan membanjirnya berita-berita hoaks khususnya di media sosial,” jelas Arief.

Oleh karena itu, kata Arief, AMSI Jatim ingin menjadi perekat juga sekaligus penjernih informasi yang beredar di masyarakat. Karena AMSI adalah lembaga atau perusahaan media profesional yang dikelola dengan tetap mengindahkan kode etik jurnalistik.

“Tentunya kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang sehat, akurat dan juga benar. Tidak bohong dan tidak palsu,” tandasnya.

Kendati demikian, kolaborasi tersebut tidak akan mempengaruhi independensi media.

“Kita memang secara mendasar, media itu harus independen. Lepas dari banyak kepentingan. Tetapi untuk mewujudkan ketahanan informasi di masyarakat tentu kita tidak bisa sendiri,” tambahnya.

Maka, penting bagi AMSI Jatim untuk bersinergi dan berkolaborasi. Karena, ujar Arief, AMSI tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dan kerja sama para pemangku kepentingan, baik itu dari pemerintah, aparat keamanan, pertahanan, kalangan usaha, atau LSM

“Kita butuh kerja sama yang tidak kemudian kita harus istilahnya menjadi under control. Jadi sejajar istilahnya,” terangnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dwi Eko Lokononto (beritajatim.com/BPP AMSI Pusat), Arief Rahman (lensaindonesia.com/Ketua AMSI Jatim), Budi Hartadi (Kabiro detik.com/BPP AMSI Jatim), Tri Mulyono, (Tribunnews/Wakil Ketua I), Kiagus Firdaus (Timesindonesia/Wakil Ketua 3), Saptini Darmaningrum (beritajatim.com/Sekretaris AMSI Jatim), Iping Supingah (suarasurabaya.net/Bendahara AMSI Jatim), dan Afkar Revol (bangsaonline.com/Korda Surabaya).(iss/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs