Senin, 30 Januari 2023

Kota Blitar Uji Coba PPKM Level 1 Inmendagri, Surabaya Masih Level 3

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto: Denza suarasurabaya.net

Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menjadi daerah uji coba penerapan PPKM Level 1 new normal di Jawa-Bali sampai 18 Oktober mendatang.

Sebenarnya, selain Kota Blitar, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto masuk kriteria PPKM Level 1 menurut penyesuaian regulasi Inmendagri 47/2021.

Penetapan level PPKM, sesuai aturan itu, tidak hanya mengikuti asesmen Kemenkes. Ada syarat baru capaian vaksinasi dan vaksinasi lansia berbasis aglomerasi.

Kota Surabaya seharusnya sudah kriteria PPKM Level 1 berdasarkan cakupan vaksinasi dan vaksinasi lansianya. Capaian vaksinasi dosis pertama di Surabaya sudah 108,6 persen, dosis kedua 76,36 persen.

Sedangkan vaksinasi lansia di Surabaya untuk dosis pertama sebesar 92,15 persen dan dosis kedua sebesar 80,35 persen.

Ada pun untuk Kota Mojokerto, cakupan vaksinasi dosis pertamanya sudah mencapai 129,71 persen, sedangkan dosis kedua sudah mencapai 83,94 persen.

Sementara vaksinasi lansia di Mojokerto, untuk dosis pertama sebesar 66,84 persen, sedangkan dosis kedua sudah mencapai 53,84 persen.

Sayangnya, sesuai Inmendagri 47/2021, setiap daerah di wilayah aglomerasi level PPKM-nya mengikuti daerah aglomerasi dengan capaian terendah.

Aglomerasi yang dimaksud dalam Inmendagri itu meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, juga Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Karena itulah, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto sampai saat ini masih berstatus PPKM Level 3 meski sesuai kriteria Inmendagri itu sudah PPKM Level 1.

Akhirnya, Kota Blitar menjadi satu-satunya daerah di Jatim yang diuji coba PPKM Level 1 sesuai kualifikasi Inmendagri 47/2021, di wilayah Jawa-Bali.

Kota Blitar, baik berdasarkan syarat indikator asesmen Kemenkes maupun syarat baru Inmendagri 47/2021, sudah memenuhi syarat untuk uji coba Level 1.

Berdasarkan Dashboard Satu Data Covid-19 KC-PEN sampai 6 Oktober, data cakupan vaksinasi pertama di Kota Blitar mencapai 97,92 persen, sedangkan dosis kedua mencapai 63,88 persen.

Sementara untuk vaksinasi lansia di Kota Blitar, untuk dosis pertama sudah mencapai 67,19 persen dan dosis kedua sudah mencapai 52,13 persen.

Selain cakupan vaksinasi, berdasarkan data di laman covid19.blitarkota.go.id pukul 19.25 WIB, total kasus positif Covid-19 di Kota Blitar sebanyak 6.972 orang.

Dari total kasus positif, yang sembuh sudah 6.701 orang. Sementara kasus kematiannya sebanyak 263. Artinya hanya ada 8 kasus aktif Covid-19 di Kota Blitar saat ini.

Atas capaian itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyampaikan terima kasih atas kerja keras, sinergi, doa, serta kolaborasi semua pihak di Kota Blitar.

Baik tenaga kesehatan, pemerintah kota, forkopimda, serta seluruh elemen strategis masyarakat Kota Blitar.

“Alhamdulillah, Kota Blitar berhasil masuk level 1 dan menjadi satu-satunya yang akan diuji coba PPKM Level 2 oleh pemerintah pusat,” ujar Khofifah, Kamis (7/10/2021).

Selanjutnya, sesuai petunjuk pemerintah pusat, Khofifah membentuk gugus tugas yang terdiri dari pakar di bidangnya untuk memantau uji coba PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar.

Tim gugus tugas itu, menurut Khofifah, untuk sementara waktu akan tinggal di Kota Blitar demi melakukan pemantauan dan pengawasan.

Apabila penerapan PPKM Level 1 new normal di Kota Blitar berhasil, pemerintah akan memperluas ke kota-kota yang memang sudah masuk PPKM Level 1.

“Kalau ini nanti berhasil akan dikembangkan ke kabupaten/kota berikutnya yang bisa masuk level 1 sesuai Inmendagri terbaru,” katanya.

Khofifah bilang, sebenarnya, berdasarkan asesmen Kemenkes sampai 5 Oktober lalu, Jatim masuk asesmen level 1 berdasarkan indikator laju kasus dan kapasitas respon 3T (tracing, testing, treatment).

Dalam asesmen Kemenkes itu, ada sebanyak 24 kabupaten/kota di Jatim yang masuk Level 1 dan 14 kabupaten/kota masuk asesmen level 2.(den/dfn/ipg)

Berita Terkait