Rabu, 17 Agustus 2022

Lebih dari 800 Warga di Tiga Kecamatan Mengungsi Pascaerupsi Semeru

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Erupsi Gunung Semeru dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Foto: Antara

Ratusan warga di tiga kecamatan di Lumajang terpaksa mengungsi karena kawasan tempat tinggalnya masuk dalam zona steril pascaerupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) kemarin. Status Semeru saat ini ditetapkan Waspada (Level II) karena terjadinya peningkatan aktivitas gunung.

Sriyono Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur menegaskan, dengan adanya penetapan status Waspada Gunung Semeru, tidak boleh ada aktifitas normal di sekitar wilayah Semeru pada Minggu (5/12/2021), hari ini.

“Statusnya sekarang level II, masyarakat sekitar tak boleh melakukan aktifitas karena Semeru masih mengeluarkan lahar panas dan radius 2 kilometer harus dikosongkan,” kata Sriyono saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang kemarin memuntahkan lava pijar itu berdampak pada masyarakat di tiga wilayah di Lumajang. Antara lain ada di Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Candipuro, dan Kecamatan Pasirian.

Masyarakat sekitar sebenarnya sudah mengenal Semeru. Ketika peristiwa kemarin terjadi, mereka bergerak cepat menyelamatkan diri, meninggalkan rumah, mengungsi ke tempat aman. Sampai Minggu dini hari pukul 02.00 WIB, BPBD Lumajang mencatat, sudah ada lebih dari 800 warga di tiga kecamatan itu yang mengungsi.

“Dari data pengungsi ada yang dari Pronojiwo 305 orang, Candipuro 409 orang, dan Pasirian 188 orang. Total pengungsi 893 orang,” jelas Sriyono kembali.

Meski berbagai upaya menyelamatkan diri telah dilakukan, Erupsi Semeru tetap menelan korban. Data Pemkab Lumajang menyebutkan, ada satu orang meninggal terdampak erupsi Semeru dan sebanyak 49 orang mengalami luka-luka.

“Kebanyakan luka bakar sedang, sehingga masih bisa dirawat di puskesmas dan rumah sakit,” kata Sriyono.

Sryiono mengatakan, masyarakat Lumajang sedang membutuhkan bantuan. Pihak Pemkab dan BPBD Lumajang telah mendirikamn posko penyaluran bantuan di tiga tempat.

“Posko pertama/induk ada di Pendopo Babatan Lumajang, karena ada jembatan yang terputus sehingga dari Malang dipusatkan di Pronojiwo. Bagi saudara yang ingin menyalurkan bantuan, bisa juga ke kantor BPBD Jatim,” katanya.

Adapun sejumlah bantuan yang saat ini sangat diperlukan oleh korban erupsi Semeru di antaranya matras, selimut, makanan siap saji, juga susu untuk anak-anak dan bayi.

Khofifah Gubernur Jawa Timur bersama Thoriqul Hal Bupati Lumajang hari ini akan menilik sejumlah lokasi terdampak erupsi Semeru dan melakukan koordinasi penanganan bencana lebih lanjut dengan semua stakeholder di Lumajang.

“Akibat berbagai medan yang rusak karena lahar dingin, Gubernur dan Bupati akan berkeliling naik Helikopter, dari lapangan Pasirian kemudian dilanjutkan ke Pronojiwo, kembali ke Candipuro, dan kemudian memantau kondisi dapur umum,” kata Sriyono.(wld/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
30o
Kurs