Minggu, 14 Agustus 2022

Menjelang Detik-Detik Waisak, Umat Membaca Kitab Sutra Intan

Laporan oleh Anton Kusnanto
Bagikan
Umat Buddha di Vihara Buddhayana Dharmawira membaca Kitab Sutra Intan yang berisi sutra sabda suci dari kutbah Buddha selama hidup, pada rangkaian peringatan Trisuci Waisak, Rabu (26/5/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Peringatan Hari Raya Waisak di Wihara Buddhayana Dharmawira Center digelar dalam berbagai rangkaian upacara dan sembahyang, diikuti Umat Buddha dengan protokol kesehatan ketat.

Jumlah umat yang mengikuti prosesi ini dibatasi tak lebih dari separuh kapasitas normal, dengan tetap mengatur jarak dan memakai masker.

Rangkaian Waisak diawali upacara Mandi Buddha pada Rabu (26/5/2021) pagi. Setelah biksu memimpin doa, umat secara bergantian menuang air suci kepada patung bayi Siddharta.

Bante Dharma Maitri, pembina biku di wihara ini mengatakan, Mandi Buddha ini sebagai simbol penyucian jiwa untuk membersihkan kotoran batin dalam diri masing-masing.

Kemudian di siang hari, upacara dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci Sutra Intan oleh umat secara bersama-sama.

“Kitab ini menceritakan kelahiran bayi Siddharta, serta sutra sabda suci atau khutbah yang pernah diajarkan ketika Buddha masih hidup,” terang Bante Dharma.

Bante Dharma mengatakan dengan kita membaca kitab ini, diharapkan keyakinan umat akan Buddha yang menjadi panutan dan perlindungan akan semakin kuat.

Setelah itu pada puncak perayaan, tepat pukul 18:13:30, umat Buddha akan melakukan meditasi yang disebut “Detik-Detik Waisak”.

Pada meditasi ini umat merenungi tiga peristiwa penting dalam kehidupan sang Buddha, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan sempurna Sang Buddha, dan Parinibbana atau penyebaran ajaran-ajaran Buddha.

Setelah meditasi detik-detik Waisak, biasanya umat akan berkumpul merayakan sukacita dengan makan bersama berkah Waisak. Namun karena pandemi, acara ini ditiadakan.

Sebagai gantinya, berkah Waisak akan dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

Selain rangkaian acara sembahyang, umat juga mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako dan makanan untuk warga sekitar.

Peringatan Trisuci Waisak tahun ini mengambil tema besar ‘Eling dan Waspada Membangun Kepedulian’.

Melalui tema tersebut Bante Dharma berharap segenap umat Budhha mempunyai kepekaan sosial untuk membantu beban penderitaan sesama yang terdampak pandemi Covid-19. (ton/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
30o
Kurs