Jumat, 3 Desember 2021

Minat Baca Indonesia Rendah Pengaruhi Tingkat Kesejahteraan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Foto: thiscaringhome.org

Berdasarkan data UNESCO, tingkat literasi Indonesia berada di urutan kedua dari bawah. Minat baca bangsa Indonesia saat ini sangat rendah. Apalagi, pandemi Covid-19 terus menggerus minat baca. Data UNESCO menyebutkan, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Produktivitas yang rendah akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan yang ditandai oleh rendahnya pendapatan per kapita, yaitu tingkat pendapatan semua orang di sebuah negara jika terdistribusi secara merata. Karenanya, minat baca harus ditingkatkan untuk mewujudkan kesejahteraan. Pandemi ini, diakui memang mengganggu kegiatan belajar mengajar yang pada akhirnya menurunkan pula minat baca.

Rendahnya minat baca juga akan memengaruhi daya saing. Padahal, 62 persen ratio penduduk Indonesia adalah angkatan kerja produktif. Survei Progamme for International Student Assessment (PISA) pada 2015 misalnya, memosisikan Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara.

Selama kurun waktu 2012-2015, skor PISA untuk membaca hanya naik 1 poin dari 396 menjadi 397. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan keterampilan menggunakan bahan-bahan bacaan, khususnya teks dokumen, pada anak-anak Indonesia usia 9-14 tahun berada di peringkat sepuluh terbawah.

Rendahnya minat baca juga akan menyebabakan kemampuan inovasi kita rendah. Padahal, inovasi adalah kunci kemajuan bangsa. Bahkan, demokrasi hanya akan berkembang di suatu masyarakat yang warganya adalah pembaca.

Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Literasi Sekolah, komunitas pembaca, dan berbagai gerakan digelar untuk meningkatkan minat baca. Segala inisisasi yang dapat mendorong aktifnya gerakan literasi baik di sekolah maupun di masyarakat harus didukung dan dikuatkan. UNESCO menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Dunia, karena banyak tokoh sastra dunia wafat pada tanggal itu. Sebut saja Miguel de Cervantes, William Shakespare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam. (tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
28o
Kurs