Kamis, 26 Mei 2022

Pemerintah Dukung Penggunaan Obat Tradisional untuk Menangani Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Penjual bahan jamu herbal dan tanaman Toga, seperti Jahe, Kencur, Kapulaga, Kunyit dikawasan Jl. Panggung, Rabu (4/3/2020) mengaku penjualan tetap normal. “Penjualan tetap saja kok. Tidak ada peningkatan yang sampai tinggi. Pembeli masih tetap sama. Foto: Totok suarasurabaya.net

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, pemerintah terus berupaya mencari obat yang efektif untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Sejak wabah Virus Corona berlangsung awal tahun 2020 sampai sekarang, sudah banyak bukti ilmiah yang diketemukan para ilmuwan dalam proses pencarian obat.

Beberapa di antaranya yang sudah terbukti berkhasiat melalui uji klinis, adalah Remdesivir dan Favipiravir.

Di luar obat-obatan moderen, pemerintah juga mendukung upaya masyarakat menggunakan obat tradisional.

Tapi, Profesor Wiku mengingatkan masyarakat, obat tradisional yang dipakai untuk terapi pengobatan Covid-19 harus sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pemerintah mendukung penggunaan obat tradisional oleh masyarakat, asalkan sudah mendapatkan izin/lisensi dari BPOM,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Seperti diketahui, masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan obat tradisional dari aneka tanaman, untuk meningkatkan daya tahan tubuh supaya tidak gampang terserang penyakit.

Beberapa jenis herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh di antaranya, jahe, kunyit, temulawak, kencur dan serai.

Belakangan, banyak klaim obat tradisional mujarab untuk Covid-19 yang beredar di masyarakat.

Sampai sekarang, BPOM belum pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal untuk mengobati segala jenis penyakit termasuk infeksi Virus Corona.(rid/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs