Senin, 27 Juni 2022

Pemkab Selayar Tetapkan Status Tanggap Bencana Selama 14 Hari

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Warga yang mengungsi akibat gempa M7,4 yang terjadi pada Rabu (14/12/2021). Foto: BPBD

Gempa bumi magnitudo (M) 7,4 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur juga dirasakan beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Fenomena geologi yang terjadi pada Selasa (14/12/2021), pukul 10.20 WIB ini juga berdampak pada sejumlah kerusakan bangunan, korban luka-luka dan pengungsian.

Salah satu wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan. Pemkab Selayar telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi paska kejadian, dengan menerbitkan surat bernomor 576/XII/Tahun 2021. Status ini berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tangal 14 – 27 Desember 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar menginformasikan pada hari ini, Kamis (15/12/2021), pukul 09.00 WIB, gempa M7,4 berdampak pada korban luka dan kerusakan material.

Baca juga: BMKG Mencabut Peringatan Tsunami Pascagempa Magnitudo 7,4 di NTT

Berdasarkan data yang dilansir dari BNPB, warga luka ringan sebanyak 5 jiwa dan luka berat 1 jiwa. Sedangkan kerusakan di sektor perumahan berjumlah 345 unit, dengan rincian rusak berat 134 unit dan sisanya rusak ringan.

Selain dampak tersebut, BPBD juga mencatat sejumlah fasilitas umum terdampak, antara lain sekolah 3 unit, masjid rusak berat 2, rumah dinas kades rusak berat 1, pelabuhan rakyat 1, balai warga 1 dan gudang rusak ringan 2.

Baca juga: Telah Terjadi 75 Kali Gempa Susulan di Laut Flores

Sementara itu, tiga ribu lebih warga Kabupaten Selayar dilaporkan mengungsi di sejumlah titik. Total warga mengungsi berjumlah 3.900 jiwa yang tersebar di 17 titik pengungsian. Berikut ini rincian sebaran warga mengungsi, yaitu Mintu’u 6 titik dengan jumlah 2.000 jiwa, Lambego 6 titik (900 jiwa), Larawu 3 titik (500 jiwa), Puncak Majapahit 1 titik (250  jiwa), Langundi 1 titik (50 jiwa). BPBD masih melakukan pendataan untuk warga mengungsi pada 30 titik di Kecamatan Pasimaranu.

Merespons kejadian ini, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan dukungan dan bantuan logistik kepada warga Kabupaten Selayar.

Hingga kini, BPBD di beberapa wilayah terdampak, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara masih terus melakukan pendataan di lapangan. Berdasarkan laporan sebelumnya, BPBD di ketiga wilayah tersebut menginformasikan masyarakatnya merasakan guncangan dengan intensitas lemah hingga kuat.

Baca juga: Kepulauan Selayar Melaporkan Kerusakan Bangunan Terbanyak Pascagempa di Laut Flores

Informasi yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Rabu pukul 12.30 WIB, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Sedangkan pengungsian, BPBD Kabupaten Sikka melaporkan sebanyak 26 warganya mengungsi di aula rumah jabatan Bupati Sikka. BPBD di wilayah lain masih melakukan pendataan di lapangan.

BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan data dan informasi terkini penanganan darurat paska gempa.(tin)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
31o
Kurs