Rabu, 6 Juli 2022

Pemkot Surabaya Masih Koordinasi dengan Pemprov Jatim Terkait Vaksinasi

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Whisnu Sakti Buana Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya. Foto: Dok/Humas Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini, memang belum ada informasi terkait kuota vaksin Covid-19 untuk Kota Surabaya.

“Baru nanti saya melakukan rakor dengan Bu Gubernur via daring,” ujar Whisnu Sakti Buana Plt Wali Kota Surabaya, di Balai Kota, Jumat (8/1/2021).

Whisnu bilang, bakal menyampaikan ke Gubernur Jatim terkait kesiapan Pemkot Surabaya untuk menjalankan vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, Whisnu juga sudah memastikan jika Surabaya dari segi sarana dan prasarana sangat siap.

Whisnu mengatakan, Pemkot Surabaya telah memetakan data 1,9 juta penerima yang berhak mendapat vaksin. Data itu sudah by name by address dan sudah dilaporkan tim di lapangan.

Namun sampai sekarang kata Whisnu, untuk kuota vaksin di tahap awal ini memang belum ada informasi. Menurut Whisnu, pihaknya terus melakukan koordinasi.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap Surabaya dapat menjadi prioritas. Kota pahlawan berharap dapat menjadi pilot project, sebab penanganan pandemi di Surabaya diklaim sudah baik.

“Kalau bisa diusulkan, vaksinasi yang lebih masif. Kalau berhasil kan treatment ini beriringan untuk menekan penyebaran,” kata dia.

Menurut Whisnu, dari segi penanganan memang sudah dinilai berhasil. Terbukti dengan berubahnya zona dari semula yang merah hingga terus berangsur orange.

“Kalau Surabaya bisa jadi pilot project untuk dimasifkan lebih dulu, nanti akan jadi percontohan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemkot juga tengah menyiapkan aplikasi khusus terkait vaksinasi nantinya. Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya tengah merancang aplikasi tersebut.

M Fikser Kadiskominfo Surabaya bilang, aplikasi itu bakal dilengkapi data daftar penerima vaksin yang terkoneksi dengan database kependudukan.

Selebihnya, melalui aplikasi itu juga dapat diketahui kelompok mana saja yang menjadi prioritas awal penerima vaksin Covid-19.

“Kita siap ketika nanti vaksin itu didistribusikan dan dilakukan proses vaksinasi di Surabaya, maka aplikasi ini sudah bisa berjalan,” kata Fikser. (bid/ang)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs