Sabtu, 21 Mei 2022

Peringati Sumpah Pemuda, BTP Ingatkan Pentingnya Keadilan dan Kejujuran

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Ahok menjadi salah satu narasumber dalam webinar Sarasehan Kebangsaan dengan mengangkat tema Comeback Stronger, yang dilaksanakan oleh Young Buddhist Association, Sabtu (16/10/2021). Foto: MAnda Roosa suarasurabaya.net

Basuki Tjahaja Purnama tampil sebagai salah satu narasumber dalam webinar Sarasehan Kebangsaan dengan mengangkat tema Comeback Stronger, yang digelar oleh Young Buddhist Association.

Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa BTP, mengawali sarasehan ini dengan bercerita pengalaman hidupnya. Mulai menjadi seorang pengusaha, hingga masuk ke dunia politik dan menjabat Bupati Belitung Timur hingga Gubernur DKI Jakarta. Ada alasan utama yang membuatnya terjun ke dunia politik, karena dia ingin lebih banyak membantu masyarakat dan memberantas ketidakadilan.

“Yang pasti kalau kita jadi pengusaha, ingin bantu orang itu terbatas. Misalnya, orang tidak mampu atau miskin datang minta pertolongan itu bermacam-macam. Jadi kalau jadi pengusaha itu bisanya bantu ya terbatas,” kata BTP, Sabtu (16/10/2021).

BTP pun menekankan bahwa melihat sesuatu itu harus dengan perspektif atau sudut pandang yang benar. Termasuk pula dalam menyelesaikan suatu masalah. Prinsip itulah yang harus dipegang anak-anak muda dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Prinsip itu yang harus kita punya. Saya selalu yakin banyak orang yang berdiri untuk kebenaran. Keadilan dan kejujuran ini adalah prinsip yang harus kita pegang. Itu prinsip yang jangan sampai diabaikan,” tuturnya.

Tak lupa, BTP juga berpesan kepada generasi sekarang, khususnya seluruh panitia kegiatan Sarasehan Kebangsaan 2021 agar tidak berhenti menolong orang. Bagi dia, menolong orang adalah sebuah kesempatan yang belum tentu dapat terulang.

“Jadi kalian jangan pernah lelah, apalagi berhenti untuk menolong orang. Karena kesempatan (menolong) itu belum tentu terulang. Menolong orang adalah kesempatan,” ingatnya.

Sementara itu, Billy Lukito Joeswanto Ketua Dewan Pembina Young Buddhist Association (YBA) Indonesia menjelaskan bahwa Sarasehan Kebangsaan ini merupakan acara tahunan yang digelar untuk menunjukkan bahwa agama buddha inklusif, dan yang pasti selalu terbuka untuk berdialog kebangsaan dengan pemuka agama dan tokoh nasional lainnya, sehingga diharapkan semuanya bisa menjadi individu yang bisa menerima perbedaan.

Kata Billy, semangat Sumpah Pemuda, semangat yang luar biasa dari pemuda dan pendahulu itulah yang diterapkan oleh muda-mudi Buddhis supaya bangsa ini Comeback Stronger di masa New Normal ini.

“Jadi, semangat 93 tahun lalu itu kita bawa meski kita berbeda, kita harus memiliki visi satu yaitu persatuan di atas kebhinnekaan, dengan persatuan atas perbedaan itulah kita akan menjadi individu yang lebih baik, kita bisa menyayangi kita sendiri dengan bertoleransi dan menerima perbedaan yang ada,” tegas Billy.(man/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
29o
Kurs