Rabu, 8 Desember 2021

Produk Pers Berbeda dengan Media Sosial, Protokol Kerja Ketat Hasilkan Informasi Sehat dan Mencerdaskan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ainur Rohim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Foto: Iping suarasurabaya.net

Ainur Rohim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menekankan produk media massa berbeda dengan produk media sosial.

Ada tiga pembedanya. Pertama, di dunia pers ada mekanisme klarifikasi, verifikasi, dan konfirmasi sebelum informasi itu dipublikasikan ke masyarakat. Saringan itu berjenjang mulai dari wartawan, asisten editor, editor, sampai pemimpin redaksi.

“Kedua, di dunia pers ada lembaga pengawas, Dewan Pers,” kata Ainur kepada Radio Suara Surabaya pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Selasa (9/2/2021).

Ketiga, produk informasi yang dihasilkan pers adalah produk informasi yang pertanggungjawabannya bersifat kelembagaan bukan personal. “Protokol kerja yang sangat ketat seperti itu adalah bagian terpenting dari pers. Jangan sampai mereka melahirkan informasi yang tidak sehat kepada publik. Realitas itu yang berbeda dengan media sosial,” ujarnya.

Sampai hari ini, Ainur masih menemukan pemahaman yang kurang jernih oleh masyarakat terkait produk informasi yang disampaikan di media massa dan media sosial.

“Itu adalah tanggung jawab kita, PR kita bersama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat apa perbedaan media sosial dan media massa. Pembedanya di medsos tidak ada proses klarifikasi, verifikasi, dan konfirmasi. dan pengawasannya bukan Dewan Pers tapi oleh aparat penegak hukum ketika muncul suatu kasus atau perkara,” tutur Ainur.

Dia menjelaskan, semua platform media mainstream atau media sosial sama-sama punya peran otentik memberikan pendidikan kepada masyarakat. Ketika pengolahan informasi diserahkan ke individu yang kapasitas, kompetensi, kearifan, pengalaman, profesionalismenya masih diragukan, yang dikhawatirkan terjadi penyebaran informasi yang tidak sehat bisa menimbulkan polarisasi sosial dan politik di masyarakat. Kalau di Dewan Pers, seleksi melewati klarifikasi, verifikasi, dan konfirmasi, informasi yang diberikan ke masyarakat adalah informasi yang sehat dan mencerdaskan.

“Realitas ini yang terus kita sosialisasikan dengan masyarakat bahwa produk pers sama sekali berbeda dengan produk media sosial,” kata Ainur.

Dalam momentum HPN 2021 ini, Ainur berharap masyarakat tetap memberikan dukungan kepada pers.(iss/lim)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
26o
Kurs