Rabu, 29 Juni 2022

Proyek Fly Over Aloha dan Gedangan Bisa Berjalan Bersama Proyek Frontage Road

Laporan oleh Anton Kusnanto
Bagikan
Kondisi lalu lintas di simpang empat Gedangan, Sidoarjo pada Rabu (13/3/2019) pagi. Foto: Eddy/Dok. suarasurabaya.net

Proyek fly over Aloha dan Gedangan memasuki tahap baru. Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (1/9/2021) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo menyatakan, tahapan perencanaan dari kedua fly over tersebut sudah memasuki tahap final.

“Artinya, tahap perencanaan dua fly over ini sudah memasuki tahap penuntasan, dengan desain yang sudah jadi. Dan keduanya bisa berjalan bersamaan dengan proyek frontage road, sesuai arahan dari Bupati,” kata Sigit.

Sigit merinci, untuk fly over Gedangan, desain perencanaannya sudah fix. Sementara untuk fly over Aloha, masih dalam tahap pendalaman enginering analisis, seperti survei lapangan dan pengujian tanah.

Hendra Widatra, selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk penyiapan desain fly over Aloha, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjelaskan, saat ini proses perencanaan fly over Aloha sedang dalam tahapan pembahasan dengan para pakar, untuk penyelesaian perencanaan desain yang fix.

Sementara untuk fly over Gedangan yang desainnya digarap oleh Balai Besar Jalan Nasional Jatim Bali dari tahun 2018, sudah dalam tahap penyelesaian desain perencanaan.

Octaviano Dewo, Kabid KPIJ Balai Besar Jalan Nasional Jatim Bali merinci untuk fly over Gedangan, rencananya akan memiliki panjang 1125 meter dengan dana Rp180 miliar untuk fly over dan akses jalannya.

“Fly over ini merupakan sistem penyelesaian terhadap permasalahan lalu lintas di Kabupaten Sidoarjo,” tegas Octaviano.

Selanjutnya Sigit mengatakan, setelah tahap perencanaan kedua fly over tuntas pada 2021 ini, tahap selanjutnya adalah pengadaan tanah, yang bisa dimulai pada 2022.

Sigit mengatakan, sesuai paparan dari Kementerian PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim Bali, dalam tahapan pengadaan lahan ini butuh waktu sekitar satu tahun. Antara lain untuk pembebasan lahan dan pembayarannya. Diharapkan pada 2022 seluruh pembebasan lahan dan pembayaran bisa tuntas.

“Jika berjalan sesuai target, maka tahun 2023 proyek dua fly over Aloha dan Gedangan ini bisa memasuki tahapan kontruksi, yang bisa diselesaikan pada tahun 2024,” terang Sigit.

Sigit mengakui dua pekerjaan fly over ini sangat menunggu progres dari frontage road Aloha Gedangan.

Sementara untuk perkembangan frontage road sendiri, Sigit menerangkan, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan fisik sepanjang 1.6 km yang ditarget selesai dalam tahun ini.

Sementara untuk pengadaan lahan di tahap selanjutnya, permasalah kesepakatan harga diharapkan sudah bisa dipastikan di tahun ini. Sehingga pembayaran pengadaan tanah bisa disiapkan untuk anggaran tahun depan.

Sigit mengatakan untuk tahap ini harus membebaskan 49 lahan milik masyarakat untuk pembangunan Frontage Road Aloha-Gedangan. Dari 49 lahan itu, ada 29 lahan yang pembebasannya belum selesai.

Untuk diketahui, total panjang frontage road yang sedang dibangun Pemerintah Sidoarjo adalah 9,4 kilometer dengan rincian 55 persen lahan dari perusahaan, 30 persen lahan dari masyarakat, dan 15 persen lahan pemerintah/BUMN/daerah. (ton/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
25o
Kurs