Jumat, 3 Desember 2021

Pemkab Sidoarjo Selesaikan Pengerjaan Fisik Frontage Road Aloha-Gedangan Tahun Ini

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kondisi lalu lintas di simpang empat Gedangan, Sidoarjo pada Rabu (13/3/2019) pagi. Foto: Eddy suarasurabaya.net

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melanjutkan pengerjaan fisik frontage road dari Aloha sampai simpang empat Gedangan. Sigit Setyawan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Sidoarjo mengatakan, pengerjaan fisik frontage road sepanjang 1.600 meter ini ditargetkan selesai akhir tahun ini. Sisanya, termasuk fly over atau jalan layang di Aloha dan Gedangan dipertimbangkan untuk dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Mulai Aloha sampai kilometer 975 yang dari marinir sudah siap dikerjakan. Saat kami ke lokasi, kami koordinasi dengan TNI AL serta Lanudal. Pada prinsipnya mereka mendukung. Sedangkan, di sisi selatan, mulai kilometer 975 sampai 1.600 yang milik masyarakat, ada beberapa bangunan yang sudah dibongkar dan siap dikerjakan kontraktornya,” ujarnya dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (24/8/2021).

Selain frontage road, kata Sigit, pihaknya juga harus membangun jembatan di titik 200 meter sesudah perlintasan kereta api Aloha.

Sigit menjelaskan, sebenarnya pembangunan frontage road ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2013. “Pada saat kita mulai, frontage road timur Surabaya belum selesai. Saat itu kami berpikir kalau kami membeli lahan, dana kami habis untuk pembebasan lahan. Jadi kami mengandalkan hibah perusahaan,” kata Sigit.

Namun, setelah terbit Perpes 80 Tahun 2019, frontage road Sidoarjo sudah termasuk proyek strategis nasional di Jawa Timur. “Jadi (mulai tahun 2019) kami menuntaskan pembebasan lahan, pembiayaan selanjutnya bisa dibantu APBN,” tambahnya.

Untuk diketahui, total panjang frontage road yang sedang dibangun Pemerintah Sidoarjo adalah 9,4 kilometer dengan rincian 55 persen lahan dari perusahaan, 30 persen lahan dari masyarakat, dan 15 persen lahan pemerintah/BUMN/daerah.

Mulai tahun 2013-2018 Pemkab Sidoarjo baru membangun jalan sepanjang 2,5 km di atas lahan hibah beberapa perusahaan, di antaranya PT Maspion 3, PT Maspion 2, PT. Japfa Comfeed Indonesia, PT. Surya Pacific Jaya, dan PT. Trias Sentosa.

Kemudian selama tahun 2019-2020 dibangun sekitar 450 meter di Sawotrarap dan depan Brigif Marinir. Rinciannya, 200 meter di atas lahan hibah TNI AL dan 250 meter lahan milik masyarakat yang sudah dibebaskan Pemkab Sidoarjo.

Pemkab Sidoarjo telah membuat komitmen bersama perusahaan-perusahaan yang menghibahkan lahannya untuk proyek frontage road terkait parkir truk milik perusahaan. “Selama truk tidak parkir jangka panjang atau bermalam, hanya antre masuk perusahaan untuk loading barang atau menunggu perusahaan buka, boleh parkir di situ,” ujarnya.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs